Minggu, 17 Januari 2021
Rima Sekarani Imamun Nissa : Kamis, 29 November 2018 | 13:30 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Dewiku.com - Saat orang lain berhasil, wajar kalau kita ikut senang. Namun, beberapa orang malah merasa bahagia melihat orang lain susah. Menurutmu, itu normal tidak?

Secara ilmiah, kondisi di mana kamu merasa bahagia di atas penderitaan orang lain dikenal dengan istilah schadenfreude. Dalam bahasa Jerman, Schaden artinya membahayakan, sedangkan Freude berarti sukacita.

Seorang profesor psikologi di Universitas Leiden Belanda, Wilco W. van Dijk, mengatakan schadenfreude muncul karena adanya kecemburuan akibat merasa terancam oleh orang lain yang lebih sukses, bisa rekan kerja, anggota keluarga, atau bahkan mantan pacar.

''Ketika depresi dan merasa tidak mampu, keberhasilan orang lain menjadi hal yang tak tertahankan untuk disaksikan karena memberikan perbandingan yang membuatmu merasa lebih buruk,'' sambung Catherine Chambliss, Ketua Psikologi dan Ilmu Saraf di Ursinus College, Pennsylvania.

Ilustrasi bahagia melihat orang lain susah. (Unsplash/Dorothy Puscas)

Sejumlah penelitian mengungkap schadenfreude lebih sering dirasakan oleh orang yang punya harga diri rendah. Schadenfreude bahkan bisa saja dialami seseorang hingga berbulan-bulan atau bahkan hitungan tahun. Hal itu dianggap wajah mengingat emosi iri dan cemburu umumnya berkembang sekitar 13 sampai 25 bulan.

Sebenarnya, perasaan bahagia melihat orang lain susah bukan hal berbahaya. Hanya saja, dalam kasus tertentu, rasa iri dapat bertahan dan tumbuh lebih kuat.

Kecenderungan tersebut kemudian bisa berkembang menjadi sesuatu yang berbahaya. Jadi terdorong untuk berupaya mencelakakan atau menjatuhkan orang lain, misalnya.

 

Artikel ini sudah dipublikasikan di Suara.com dengan judul Penjelasan Ilmiah Kenapa Anda Bahagia Saat Orang Lain Susah

BACA SELANJUTNYA

Cemburu Berat, Kate Middleton Pergoki Pangeran William Pesta Bareng Model