Sabtu, 28 November 2020
Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati : Rabu, 12 Agustus 2020 | 10:30 WIB

Dewiku.com - Melalui internet, sekarang seseorang dapat dengan gampang menemukan pasangan kencan. Walau demikian, ada baiknya jika Anda hati-hati saat ingin menjalani kencan online.

Dilansir dari Your Tango, seorang wanita membagikan kisahnya yang jadi korban penipuan kencan online. Kisah tersebut dibagikan belum lama ini.

Wanita yang tak disebutkan namanya itu bertemu seorang pria di galeri seni online. Mulanya, wanita ini tertarik pada foto sang pria.

Mereka pun berkenalan, lalu mulai berkomunikasi lewat telepon. Saat itu, si pria mengatakan bahwa foto yang dia pakai di situs galeri seni bukanlah wajah aslinya.

Pria itu pun mengaku terlalu malu untuk difoto dan tak siap melakukan video call. Namun, pria ini berjanji bahwa wajah aslinya tak kalah tampan.

Di sisi lain, si wanita merasa percaya karena laki-laki itu memiliki suara yang serak dengan aksen Selatan seksi.

Menggunakan aplikasi kencan online. (Shutterstock)

Sayang, kisah cinta online ini tak berakhir bahagia. Setelah berbulan-bulan tak dapat melakukan video call, si wanita mulai curiga.

"Aku cuma ingin melihat mata pria yang ku cintai," ungkap wanita itu ketika meminta untuk melakukan video call dengan si pacar online.

Namun, si pria justru takut dan sempat hilang tanpa kabar. Barulah setelah beberapa saat, mereka kembali berkomunikasi dan "pria" ini mengaku sebagai seorang nenek-nenek.

"Dia adalah wanita, ibu dari tiga anak, dan nenek dari dua orang cucu. Dia tak keberatan melakukan webcam, dan biar aku beri tahu, apa yang kulihat sangat jauh dari pria yang aku bayangkan," tambah wanita tersebut.

Belum lagi, nenek-nenek itu mempunyai suara mirip pria. Ketika ditanya alasannya melakukan penipuan, si nenek mengaku tidak tahu.

"Aku tak tahu. Ini di luar kendaliku, dan aku tidak dapat berhenti," ungkap si nenek.

Ilustrasi nenek. (Pixabay/StockSnap)

Insiden ini jelas membikin wanita itu sakit hati. Pasalnya, aksi si nenek yang berpura-pura jadi pria sukses meluluhkan hatinya.

Bahkan, wanita ini berpikir, andaikan nenek itu tidak menipu, mungkin mereka bisa jadi teman baik lewat internet.

"Mengapa dia melakukannya? Siapa yang tahu. Mungkin dia benci diri sendiri atau tidak yakin dengan identitasnya. Bosan dengan hidupnya. Apakah dia lesbian? Aku tak tahu," ujar wanita ini.

Total, si wanita butuh waktu dua pekan untuk move on dari rasa terkhianati dan rasa malu yang ada. Namun, wanita ini juga memilih untuk belajar dari pengalaman.

"Jangan menilai buku dari sampulnya saja, terlebih jika buku itu belum di tanganmu. Saranku bagi mereka yang ingin mencari cinta secara online? Hati-hati dan buka matamu lebar-lebar. Tak semua orang tampak seperti foto mereka," kata dia.

BACA SELANJUTNYA

Tubuhnya Penuh Tato Warna-warni, Wanita Ini Ternyata Sudah Punya Cucu!