Jum'at, 30 Oktober 2020
Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati : Rabu, 09 September 2020 | 16:00 WIB

Dewiku.com - Pertengkaran memang bisa dibilang wajar terjadi di dalam sebuah hubungan asmara. Walau demikian, ada kalanya seseorang mengucapkan hal-hal yang menyakitkan hati ketika bertengkar.

Padahal, kata-kata juga dapat menimbulkan rasa sakit kepada pasangan. Bahkan, ada kemungkinan hubunganmu dan pasangan hancur dan kandas gara-gara perkataan.

Bukan berarti kamu sama sekali tidak boleh bertengkar dengan pasangan. Hanya saja, ada beberapa kalimat yang sebaiknya tidak kamu ucapkan meski sedang bertengkar karena dapat merusak hubungan.

Melansir Your Tango, 8 kalimat ini dapat berpotensi merusak rasa percaya dan membuat hubungan kalian menjadi tidak sehat. Jadi, apa saja hal-hal yang tidak boleh kamu ucapkan ke pasangan?

Ilustrasi. (Shutterstock)

1. "Mungkin kita sebaiknya bercerai"

Perceraian bukanlah sesuatu yang bisa jadi bahan candaan atau argumen saat bertengkar. Walau sedang marah, hindari mengancam pasangan dengan kata-kata cerai.

Ada baiknya, kamu dan pasangan membuat persetujuan untuk menghindari kata "cerai" sebelum menikah. Kata ini bisa merusak rasa percaya dan stabilitas pernikahan. Sebaliknya, cukup katakan pada pasangan bahwa kamu mungkin butuh waktu sendiri.

2. "Aku membencimu"

Kata-kata ini bisa diartikan bahwa kamu tidak lagi mencintainya. Meski diucapkan saat sedang marah, bukan tidak mungkin pasanganmu merasa syok.

Kalau kamu sampai mengatakan benci pada pasangan, sebaiknya segera minta maaf dan yakinkan bahwa kamu masih mencintainya.

3. "Itu bodoh" atau "Kau tidak rasional"

Berbeda pendapat adalah hal yang wajar. Meski begitu, jangan sampai mengatai pasangan dengan sebutan bodoh atau tidak rasional.

Pahami bahwa kamu dan pasangan mempunyai pandangan berbeda. Cobalah untuk memahami sudut pandangnya alih-alih langsung merendahkan.

4. "Wanita/pria selalu seperti itu!"

Urusan gender juga dapat menimbulkan konflik dalam sebuah hubungan. Saat hal itu terjadi, jangan membawa-bawa jenis kelamin dalam pertengkaran.

Cobalah berempati pada pasangan alih-alih menghakiminya. Mungkin, dia memiliki masalah dan kalian harus bekerja sama untuk menyelesaikannya.

5. "Aku tidak mau membicarakan soal itu"

Kamu boleh meminta waktu untuk sendiri atau menenangkan pikiran. Namun, bukan berarti kamu bisa terus-menerus menghindar dari masalah yang ada.

Kalimat seperti ini cuma akan membuat masalah di antara kalian mengendap lebih lama. Jika dibiarkan, pertengkaran besar bisa terjadi di masa depan.

6. "Kau terdengar seperti ibu/ayahmu"

Kalimat ini bisa terdengar seperti sindiran kepada pasangan. Walau lagi berantem, jangan sampai membawa-bawa mertua.

Bicarakan masalah yang ada, alih-alih menyindir pasangan dan membawa nama orangtuanya.

Ilustrasi pasangan bertengkar. (Shutterstock)

7. "Berhentilah menasihatiku!"

Ada kalanya, kamu kesal karena pasangan terus menasihati atau terasa mengatur dalam hubungan asmara kalian. Padahal, bisa jadi ada masalah yang harus diselesaikan.

Ketimbang marah, sebaiknya kamu meminta maaf dan membicarakannya baik-baik. Cari tahu alasan pasangan memberimu nasihat, serta bersikaplah terbuka pada kritik.

8. "Berhenti memikirkan soal itu"

Ketika dia merasa stres atau lelah, wajar jika kamu ingin membantu. Namun, jangan memintanya untuk rileks atau langsung melupakan masalah yang dihadapi.

Tanyakan apa masalahnya, lalu beritahu bahwa kamu akan mendukungnya. Dengan bersikap empati, pasanganmu bakal merasa lebih nyaman dan bahagia.

BACA SELANJUTNYA

Ramalan Zodiak 19 Oktober 2020: Taurus Dilarang Pamer Kemesraan Terus