Dewiku.com - Penelitian global menemukan bahwa kepercayaan diri dan kreativitas anak perempuan dipengaruhi oleh societal pressure atau tekanan sosial yang menuntut mereka untuk senantiasa menjadi sempurna.
Untuk membantu keluarga dalam menumbuhkan kepercayaan diri kreatif melalui kekuatan bermain dan bahasa sehari-hari, peneliti parenting yang berlatar belakang Harvard dan penulis terlaris Jennifer B Wallace telah bekerja sama dengan The LEGO Group untuk meluncurkan panduan parenting "10 Steps to Fostering Creative Confidence".
Sang peneliti memberikan tips tentang cara menumbuhkan kepercayaan diri kreatif, seperti menjadi lebih sadar akan stereotip gender saat berbicara tentang ide-ide kreatif.
Wallace menyorot penggunaan kata-kata seperti "jenius", "pintar" dan "berani" untuk mendeskripsikan pekerjaan anak laki-laki, sedangkan pekerjaan anak perempuan dideskripsikan dengan kata "lucu" dan "cantik. Sebagai gantinya, disarankan memakai campuran kata-kata tersebut serta mendorong anak-anak untuk bertanya dan mempertanyakan stereotip sosial ini.
The LEGO Group sendiri meluncurkan Play Unstoppable, sebuah kampanye yang bertujuan mendorong anak perempuan untuk bereksperimen dan mengekspresikan diri secara kreatif.
Sebagai bagian dari kampanye ini, telah dilakukan survei terhadap lebih dari 61.500 orang tua dan anak usia 5 hingga 12 tahun di 36 negara, termasuk Indonesia, dalam Play Well 2024 Research terbarunya. Survei ini mencakup pertanyaan yang menyoroti kepercayaan diri kreatif anak-anak serta pentingnya faktor-faktor seperti ketakutan akan kegagalan, tekanan untuk menjadi sempurna, dan penggunaan bahasa dalam mempengaruhi kreativitas mereka.
The LEGO System in Play sangat dihargai oleh anak perempuan sebagai cara untuk bereksperimen (90%). Secara khusus di Indonesia, berdasarkan hasil survei terhadap 643 anak, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 96 persen menyebut bermain LEGO membantu mereka mengatasi ketakutan akan kesalahan, 97 persen merasa lebih percaya diri dalam keterampilan kreatif mereka, dan 96 persen merasa ini membantu mereka belajar bahwa kemajuan lebih penting daripada kesempurnaan.
"Dalam era yang semakin dipengaruhi oleh AI, kreativitas menjadi kekuatan yang membedakan kita dari yang lain. Bermain dengan LEGO, baik itu dengan kebebasan kreatif maupun mengikuti petunjuk, membantu mengembangkan keterampilan penting yang relevan bagi semua anak di dunia saat ini," ujar Alero Akuya, VP Brand Global di The LEGO Group, dilansir dari siaran pers yang diterima Dewiku.com.
"Melalui proses membangun dan merakit kembali LEGO bricks, ini membentuk fondasi bagi kepercayaan diri kreatif, keberanian, dan keyakinan diri. Ini adalah kunci, karena ketika anak perempuan memiliki ruang dan kebebasan untuk mengekspresikan diri secara penuh, mereka menjadi tak terhentikan. Mereka menjadi penemu yang gemar bermain, ilmuwan yang penuh dengan rasa ingin tahu, pemimpi dan petualang yang berani dan itulah yang kita rayakan dengan gerakan Play Unstoppable," imbuhnya.
Set LEGO tersedia di berbagai toko resmi LEGO, Kidz Station, Toys Kingdom, Toys City serta toko resmi LEGO di Shopee, Tokopedia, Lazada, dan BliBli di Indonesia.
Baca Juga
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?