Dewiku.com - Penggunaan media sosial di era digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain berbagi informasi, media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan dan mengembangkan karier.
Program Manager ITC Watch, Defira Novianti Crisandy, mengungkapkan bahwa sebanyak 139 juta orang Indonesia menghabiskan waktu rata-rata 3 jam 11 menit setiap hari untuk menggunakan media sosial. Bukan cuma untuk keperluan hiburan, tetapi juga mencari informasi dan bekerja maupun menambah penghasilan.
"Media sosial menjadi platform utama masyarakat mencari informasi," ujar Defira dalam acara bertajuk "DIGITAL ENTERPRENEURSHIP; Menelusuri Peluang Bisnis bagi Enterpreneur Perempuan" yang digelar Kutub.co bekerja sama dengan UNDP, Selasa (6/8/2024).
Persiapan
"Siapkan mental sekuat baja untuk memanfaat dan mengoptimalkan media sosial," ujar Defira.
Defira memaparkan, banyak tantangan yang mungkin bakal dihadapi, seperti tekanan untuk terus bekerja, kritik dan komentar negatif, persaingan yang ketat, hingga menghadapi ekspektasi masyarakat.
Lakukan identifikasi awal untuk mencari tahu kemampuan diri sendiri. Misalnya, tentukan berapa banyak waktu yang dialokasikan untuk mengelola media sosial, apa saja medsos yang digunakan, target audiens, hingga sumber daya yang dibutuhkan.
Eksekusi
Saat mengelola media sosial, penting juga untuk mengatur interaksi dengan sesama pengguna. Tak ada salahnya rajin belajar dan mencoba fitur baru untuk memahami alogaritma serta menaikkan engagement dan followes.
Baca Juga
"Posting juga harus konsisten, berkala dan beragam. Walau mungkin nggak setiap hari, it's okay, tapi atur kapan konten harus naik, dan punya banyak ide untuk bikin konten yang jangan itu-itu saja," terang Defira.
Evaluasi
Menurut Defira, evaluasi bisa dilakukan dengan memanfaatkan analytic tools yang disediakan platform.
Defira juga menyebut berbagai hal yang sebaiknya dihindari, seperti melanggar standar komunitas, regulasi, dan norma masyarakat, mengambil konten orang lain tanpa kredit, mengunggah konten serupa dan berulang-ulang serta jangan over promise atau tidak jujur dalam berkonten.
Sementara itu, Ima Eka Sari selaku Youth Digitalization Employment and Entrepreneurship Program UNDP mengungkapkan bahwa digital entrepreneurship memberikan peluang yang besar bagi perempuan untuk lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi.
"Kesempatan yang ada di dunia digital entrepreurship membuat perempuan memiliki peluang untuk menjadi mandiri sehingga tidak bergantung pada pihak lain," kata Ima.
Terkait hal ini, UNDP telah menjalankan Skill Our Future sebagai salah satu program unggulan. Tujuannya adalah mendemokratisasi akses terhadap keterampilan digital, kecerdasan buatan (AI), dan peluang kerja bagi kaum muda, termasuk mereka yang berasal dari komunitas yang kurang terlayani. Upayanya dilakukan dengan memberi mereka pengembangan keterampilan digital yang komprehensif, bantuan penempatan kerja, dan bimbingan karir.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?