Dewiku.com - Cantik tanpa kekejaman sepertinya bukan cuma isapan jempol bagi pemerintahan California, pasalnya mereka baru saja mengesahkan RUU tentang animal testing pada produk kosmetik yang mulai berlaku pada tahun 2020 nanti. RUU tersebut di sahkan pada 31 Agustus 2018 kemarin.
Sederhananya, para produsen kosmetik yang selama ini melakukan animal testing pada produknya harus mengubah cara kerjanya sebelum 2020. Terutama jika mereka ingin produknya tetap di pasarkan di California.
RUU itu secara resmi disahkan dengan suara bulat di Majelis Negara. Hal ini sekaligus menjadikan California sebagai negara pertama di Amerika Serikat yang mengambil langkah berani untuk masa depan kecantikan tanpa kekejaman.
Menurut informasi dari laman allure.com, gerakan ini awalnya dipelopori oleh Senator Cathleen Galgiani. Beliau mengusulkan larangan atas setiap kosmetik yang diuji pada hewan.
''Dilarang bagi produsen kosmetik untuk mengimpor atau menjual kosmetik apa pun, termasuk produk kebersihan pribadi seperti deodoran, sampo, atau kondisioner di California jika produk mereka diuji pada hewan setelah 1 Januari 2020,'' begitu pernyataan tertulis dari kantor Senator seperti yang dilansir dari laman allure.com.
Hal ini jelas membawa angin segar bagi para pencinta hewan dan tentu saja hewan itu sendiri, karena tidak ada lagi siksaan bagi mereka sebagai 'kelinci' percobaan dalam setiap produksi kosmetik.
Sebelumnya, negara-negara di Uni Eropa, Norwegia, India, Israel, Brasil, Turki, Korea Selatan dan New Zealand telah lebih dulu melarang produk kosmetik untuk memasarkan produk yang menjalani proses animal testing.
Secara keseluruhan, sekitar 80% negara di dunia masih memperbolehkan metode animal testing dilakukan pada industri kosmetik. Sisanya seperti Kanada, Taiwan, Australia sudah dalam proses mengajukan kebijakan serupa.
Di sisi lain, pihak produsen kosmetik beralasan jika metode animal testing dapat membantu mereka dalam proses trial and error. Dengan melakukan percobaan produk kosmetik pada hewan, mereka dapat menghindari resiko keracunan pada manusia karena zat kimia yang berbahaya.
Baca Juga
Terkini
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga