Dewiku.com - Tak cukup mengeluarkan celana dalam penahan bau kentut saja. Baru-baru ini, Shreddies merilis fitur yang sama, yaitu jeans penahan bau kentut untuk pria maupun wanita.
Celana jeans dengan model masa kini mungkin sudah biasa. Bagaimana kalau celana jeans dapat menahan bau kentut pemakainya? Ini baru antimainstream. Dijelaskan di situs Shreddies, jeans inovatif ini dilengkapi dengan panel karbon yang dapat memfilter bau tak sedap.
Bila dipakai dengan celana dalam penahan bau kentut, proteksinya akan lebih maksimal. Jika ingin memiliki jeans ini, kamu harus rela membayar 100 poundsterling atau sekitar Rp 2 juta.
Shreddies pertama kali merilis fashion item 'anti bau' lewat koleksi celana dalam pada tahun 2015. Paul O'Leary adalah pendiri perusahaan bernama Shreddies sekaligus sosok di balik inovasi anti mainstream tersebut.
Celana jeans merupakan fashion item yang wajib dipunyai semua kalangan. Sebab, gaya celana jeans sangat stylish, nyaman digunakan, dan mudah dalam hal perawatan. Tak hanya itu, celana jeans juga sangat simpel dan mudah dipadupadankan dengan fashion item lainnya.
Jika kamu mempunyai masalah pencernaan dan berhubungan dengan membuang gas yang tak bisa ditahan. Mungkin perpaduan celana dalam dan celana jeans keluaran Shreddies ini bisa menjadi solusi yang tepat untu kamu. Jika tiba-tiba kelepasan buang gas di tempat umum. Biar sekitarmu nggak bisa mencium bau kentut.
Tag
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?