Dewiku.com - Kencan pertama bisa cukup menegangkan bagi beberapa orang. Namun kencan pertama untuk pasangan di Jepang ini tidak berjalan lancar sebab sang gadis kecewa si pria pakai brand murah.
Dilansir dari World of Buzz, menurut Japan Today seorang gadis tak dikenal baru-baru ini memposting di forum Girls Channel menyesali tentang kencan pertama buruk yang dia miliki. Judul topiknya adalah "Apakah boleh mengenakan busana murah di kencan pertamamu, atau tidak boleh?"
Seperti yang diterjemahkan oleh Japan Today, gadis itu menulis bahwa ia melihat merek baju yang dipakai pria adalah H&M dan Uniqlo, kedua merek tersebut menurutnya adalah merek murah.
"Dia melepas mantel dan kausnya, jadi aku menawarkan untuk mengambilnya sehingga aku bisa menggantungnya di gantungan di dinding. Ketika saya memeriksa tag, saya melihat mantelnya adalah H&M dan overshirt itu dari Uniqlo! Aku agak kecewa dia mengenakan pakaian kasual seperti itu meskipun itu adalah kencan pertama kita bersama," tulisnya.
"Oh, ngomong-ngomong, aku tidak tahu berapa harga sepatunya tapi itu terlihat seperti sepatu kulit murahan," lanjutnya.
Setelah mengatakan bahwa Uniqlo dan H&M adalah "merek murah", gadis itu mencoba mencari validasi dari netizen lain di forum tersebut. "Bagaimana perasaanmu kencan pertama dengan seseorang yang memakai seluruh pakaian murah? Ini tidak baik, kan?"
Netizen pun dengan cepat mengkritiknya karena menilai si pria hanya dari merek pakaian. Sebagian besar malah membela pria tersebut
"Saya tidak tahan dengan orang yang hanya peduli dengan merek-merek terkenal," ujar salah satu netizen. "Saya tidak suka orang-orang yang memeriksa merek orang lain dengan teliti," tambah netizen lain.
Mereka juga setuju bahwa tidak masalah merek apa yang dikenakan seseorang selama mereka terlihat rapi, bersih dan rapi. Salah satu netizen pun menambahkan komentar yang cukup pedas pada gadis itu, "Apa? Memangnya kamu mengenakan merek Chanel dari atas kepala hingga kaki?"
Kalau di Indonesia, H&M dan Uniqlo termasuk merek menengah ke atas dan jadi favorit banyak orang. Tapi sepertinya di Jepang tidak demikian ya. Bagaimana menurutmu?
Baca Juga
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?