Dewiku.com - Baju couple bisa jadi alternatif kado Valentine. Tak sekedar kembaran atau mengenakan warna senada, kini ada gaya baru untuk busana Valentine.
Brand fesyen Zulily baru saja merilis sweater unik dengan dua lubang kepala. Artinya, satu sweater bisa dipakai untuk dua orang sekaligus.
Dapat dikatakan, desain sweater unik merupakan solusi inovatif dan modern untuk orang-orang kesepian. Artinya, ada atau tanpa pasangan, Valentine bisa tetap dirayakan. Bahkan, kamu bisa merayakan Valentine bersama anjing peliharaan kesayangan dengan menggunakan sweater ini.
Seperti dilansir dari Metro.uk, Selasa (5/2/2019), sweater keluaran Zulily itu disebut dengan double sweaters. Sesuai namanya, memang dua sweater yang digabung menjadi satu, dilengkapi dengan dua lubang kepala dan sepasang lengan.
Selain sweater pink berlogo hati berwarna kuning, Zulily juga mengeluarkan model sweater unik lain berwarna biru yang menampilkan dua hati di kedua sisi, dengan tulisan Love, Be Mine, dan I’m Yours.
Bagi kamu yang ingin memakai satu baju berdua dengan pasangan, double sweaters boleh banget dimasukkan dalam daftar alternatif kado Valentine.
Zulily telah memasarkan sweater unik tersebut secara daring sejak 28 Januari 2019. Tak perlu khawatir soal ukuran. Sweater ini dirancang untuk ukuran allsize dan unisex.
Harganya? Cukup sediakan £ 29,99 atau sekitar Rp 400 ribu. (Vessy Dwirika Frizona)
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?