Dewiku.com - Desainer nyentrik asal San Fransisco, Alexander Wang kembali dengan karya terbaru yang bikin geger. Kali ini dia mendesain gantungan kunci berbentuk kondom yang dijual dengan harga 185 poundsterling atau sekitar Rp 3,4 juta.
Dilansir dari Metro, gantungan kunci Alexander Wang ini sayangnya bukan terbuat dari emas murni, melainkan logam emas yang dibuat dengan bentuk bungkus kondom.
Pada bagian depannya terdapat tulisan 'no after party'. Walaupun Wang tidak membuka secara jelas apa arti dari tulisan ini, tapi itu tetap membuat gantungan ini terlihat keren.
Kendati begitu, banyak orang yang agak bingung dengan desain dan harganya. Matt Jones mengunggah foto gantungan kunci tersebut di Facebook dan menulis, ''Karena siapa yang tidak membutuhkan kunci kondom emas?''
Orang-orang juga bingung karena gantungan kunci ini tidak benar-benar berisi kondom yang asli di dalamnya. Hanya saja jika kamu ingin tetap menggunakan kondom dari Alexander Wang, sebelumnya dia telah menciptakan kondom yang sebenarnya.
Sejak dulu, Alexander Wang memang merupakan salah satu label fashion yang mempromosikan seks aman. Musim panas lalu, Alexander Wang merancang koleksi dengan kondom Trojan yang dikemas bersama tulisan 'Protect Your Wang'.
Kondom Wang dibagikan pada setiap pembelian koleksi dari labelnya. Kemudian pada suatu acara, Wang menyebarkannya secara gratis kepada banyak orang. (Suara.com/Dinda Rachmawati)
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?