Dewiku.com - Menjelang kelahiran anaknya pada bulan April 2019 mendatang, Meghan Markle sudah mempersiapkan benda khusus untuk ia wariskan.
Dilansir dari InStyle, dalam wawancara 2015 dengan Hello! Meghan mengaku menghabiskan waktu menonton koleksi jam tangan mewah Cartier untuk merayakan keberhasilan serialnya yang berjudul Suits.
"Aku selalu menginginkan jam tangan Cartier French Tank," jelasnya. "Ketika aku menemukan Suits telah diambil untuk musim ketiga kami , pada saat itu terasa seperti tonggak sejarah . Aku benar-benar menghabiskan uang dan membeli versi two-tone," ungkap Meghan.
Dia bahkan memiliki pesan pribadi yang terukir di bagian perhiasan dan tetap mengingat niat khusus untuk arloji itu.
"Di bagian belakang saya terukir, 'Ke MM Dari MM' dan saya berencana untuk memberikannya kepada putri saya suatu hari," katanya.
"Itulah yang membuatnya suatu barangvistimewa, hubungan yang Anda miliki dengan mereka," lanjut Meghan.
Sementara itu, Meghan maupun Pangeran Harry belum mau mengungkap ke publik apa jenis kelamin anak mereka.
Tapi menurut pengamatan, banyak yang menyangka jika Meghan Markle akan memiliki anak laki-laki. Sebab, dilihat dari warna baju yang sering dikenakan, Meghan cenderung memilih warna maskulin seperti navy.
Lalu, apakah jam tangan mewah itu akan tetap ia wariskan jika anaknya adalah laki-laki? Mari kita nantikan kabar selanjutnya.
Baca Juga
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?