Dewiku.com - Seorang remaja perempuan terkena nasib apes saat belanja online. Baju mahal yang ia beli rupanya tak sesuai ekspektasi, bahkan sampai disebut mirip kantong sampah.
Dilansir dari Mirror, Kamis (2/5/2019), setelah memesan baju yang seharusnya pas di tubuhnya, remaja 19 tahun bernama Chloe Drodge itu malah mendapat pakaian yang mirip 'kantong sampah berwarna krem'.
Awalnya Chloe berencana keluar malam bersama sahabatnya. Ia lalu memutuskan untuk belanja pakaian melalui situs web PrettyLittleThing.
Setelah mengeluarkan uang untuk sebuah jumpsuit ukuran 8 (standar Inggris), terapis kecantikan ini terkejut begitu barangnya datang.
Chloe bilang, barang yang datang malah jumpsuit kedodoran dan terlihat seperti 'kantong sampah berwana krem' saat dikenakan.
Chloe pun mesti cepat-cepat mencari pakaian lain untuk menikmati malam bersama sahabatnya. Dia juga mengembalikan jumpsuit itu keesokan harinya.
''Aku mau keluar malam dengan sahabatku, jadi aku rasa lebih baik aku beli pakaian baru,'' cuit Chloe di Twitter.
''Ketika sedang melihat-lihat di situs web, aku menemukan jumpsuit krem berenda yang sangat bagus ini, yang aku kira akan sangat pas di tubuh dan terlihat indah.''
Sementara itu, belum ada tanggapan dari Pretty Little Thing terkait keluhan pembelinya ini. Ada yang pernah apes juga saat belanja online? (Suara.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)
Baca Juga
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?