Dewiku.com - Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa pria cenderung kurang tertarik menggunakan tas daur ulang yang tentu saja ramah lingkungan. Alasannya? Ternyata mereka takut dianggap gay.
Seperti dilansir dari World of Buzz, studi ini menunjukkan bahwa menyelamatkan lingkungan biasanya dipandang sebagai perilaku yang lebih feminin.
Studi ini mengharuskan peserta untuk menilai perilaku pro-lingkungan masyarakat, seperti daur ulang sampah atau menggunakan tas yang bisa digunakan kembali ketika berbelanja, kemudian mengategorikannya sesuai dengan apa yang feminin atau maskulin.
Janet Swim, salah satu profesor yang terlibat menganalisis hasil penelitian dan mengamati bahwa semua kegiatan tersebut mencerminkan kecenderungan untuk melihat lingkungan sebagai feminin.
"Semua orang dinilai lebih feminin daripada maskulin, terlepas dari perilaku yang mereka lakukan," ungkap dia.
Laki-laki umumnya lebih peduli tentang cara mereka menggambarkan identitas gender. Mereka bersedia melindungi citra itu dengan menghindari perilaku yang mengarah pada imej feminin.
Dia lalu menyimpulkan, pemikiran ini dapat membuat pria menghindari kegiatan ramah lingkungan untuk mempertahankan rasa maskulinitas mereka.
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?