Dewiku.com - Dalam dunia kecantikan, belakangan minuman kolagen semakin banyak dibicarakan karena klaimnya untuk menjaga elastisitas kulit, menyembuhkan luka, hingga mencerahkan. Sayangnya, ahli kecantikan dr. Richard Lee, MARS menyebut minuman itu tak ada efeknya.
"Menurut saya, ini sangat tak saya sarankan," ujar dokter Richard Lee melalui sebuah video yang diunggah di channel Youtubenya pada 26 Mei 2020.
Menurut Lee, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sampai sekarang tak menyetujui minuman berkolagen.
"Menurut penelitian, ada 12.000 mg kolagen terhidrolisa yang dibutuhkan oleh tubuh, pada kenyataanya produk-produk yang dijual di Indonesia itu semua di bawah 5000 mg, bahkan tidak ada," ungkapnya.
"Dan menurut penelitian jika di bawah 12.000 itu tidak ada efek bagi tubuh kita," imbuhnya.
Menanggapi banyaknya testimoni yang menyebutkan bahwa minuman berkolagen yang beredar di Indonesia dapat membuat kulit lebih cerah, dia bilang itu dikarenakan kandungan lainnya, bukan karena kolagen itu sendiri.
"Di dalamnya juga ada vitamin lain, misalnya Glutation, ada Vitamin A, Vitamin C. Nah, zat-zat inilah yang membuat efek lebih cerah, elastisitas meningkat, kurang lebih seperti itu," kata dokter Lee.
"Jadi ini sebenarnya minuman berkolagen yang dijual di Indonesia enggak lebih dari multivitamin biasa yang dijual di drug store atau apotek biasa dengan kemasan minuman berkolagen sebagai marketing tambahan," kata dia menambahkan.
Selain itu, dokter Richard Lee juga menambahkan bahwa kebutuhan 12.000 mg kolagen per hari juga bisa berefek kalau dikonsumsi jangka panjang, tak cuma sekali saja.
Sementara itu, minuman berkolagen yang disarankan adalah produk yang tanpa perasa, pengawet, maupun pewarna.
Baca Juga
-
Rambut Sehat bak Perawatan Salon, Simak 3 Tips Keramas Berikut!
-
Bisa Bahaya, Simak Tanda-Tanda Tabir Surya Sudah Kedaluwarsa!
-
Pegang Rekor Oplas Terbanyak di Dunia, Wanita Ini Ingin Lepas Gelarnya
-
Bibir Hitam Bikin Nggak Pede, Ini 6 Tips Ampuh untuk Mengatasinya
-
Bikin Iritasi, Hindari 6 Kesalahan Menghapus Riasan Mata Berikut Ini
-
Jerawat Bisa Pengaruhi Hasil Wawancara Kerja, Ini Kata Ahli
"Sedangkan yang ada di Indonesia, justru ini rasa bahkan yang dicantumkan di BPOM ini minuman perisa dengan rasa, jadi ini sebenarnya tidak lebih dari sirup dengan multivitamin di dalamnya," tuturnya lagi.
Dengan komposisi tersebut, dokter Lee tak merekomendasikan minuman berkolagen yang beredar di Indonesia untuk dikonsumsi jangka panjang. Hal itu karena ada kandungan pengawet dan gula sehingga tidak baik bagi mereka yang sedang diet, berpotensi diabetes, atau kencing manis.
"Buat yang punya kencing manis ini enggak cocok banget, karena di dalamnya ada pemanis buatan, ada perasanya juga, dan ini tidak baik," kata Richard Lee.
Menurutnya, berbagai minuman kolagen di Indonesia banyak yang overclaim soal khasiatnya. Ia menegaskan bahwa klaim berlebihan pada minuman berkolagen termasuk klaim menyembuhkan jerawat, membikin tidur lebih nyenyak, menghilangkan flek, dan menyembuhkan luka.
"Ini terjadi overclaim, ini hanya membantu okelah ini hanya minuman perasa dengan multivitamin di dalamnya, tapi ini aman dan halal," tegas Richard Lee.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?