Dewiku.com - Siti Atikoh Suprianti dikenal memiliki penampilan yang sederhana. Jadi istri gubernur Jawa Tengah dua periode, ibu satu anak ini mengaku tidak suka mengenakan barang branded.
Siti Atikoh menyebut dirinya sudah terbiasa hidup sederhana. Dia mengaku tidak punya barang branded yang harganya selangit. Ini lantaran dirinya memilih membeli barang sesuai fungsinya, bukan karena merek.
"Enggak punya (barang branded). Saya itu membeli sesuatu atau mencari sesuatu berdasarkan fungsi," ungkap dia, dilansir dari akun TikTok saptasinar.
"Mungkin karena saya berasal dari masyarakat biasa. Terus karena saya pernah kerja jadi wartawan, lalu ASN. Kita tahu gajinya berapa. Ya, penampilannya seperti itu," imbuh istri Ganjar Pranowo itu.
Pada salah satu unggahannya, Siti Atikoh pernah terlihat memakai tas punggung yang terbuat dari bahan goni. Rupanya itu adalah produk lokal yang dia beli saat menghadiri acara pameran di Solo pada 2021 lalu.
"Saat bepergian saya lebih memilih menggunakan tas punggung karena memiliki ruang yang cukup luas, tetap nyaman untuk beraktivitas dan fashionable. Tas punggung berbahan baku goni produk .erlene_handycraft ini saya beli setahun yang lalu saat ada pameran di Solo dan hingga kini masih tetap setia menemani," ungkap dia.
Siti Atikoh juga pernah tampak menenteng tas produk UMKM yang dipromosikan Dekranasda Banyumas saat peringatan Hari Kartini 2022.
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?