Dewiku.com - PUMA mengambil inspirasi dari warisan budaya Tionghoa untuk meluncurkan Koleksi Tahun Baru Imlek SS24. Menggabungkan gaya olahraga kontemporer dan kekayaan kultural dari warisan nomaden Tibet, PUMA ingin membagikan raungan naga dalam koleksi terbaru merek untuk merayakan tahun penuh kebersamaan.
Koleksi Tahun Baru Imlek SS24 menampilkan serangkaian pakaian dan sepatu yang menggabungkan simbol-simbol budaya Tibet dan pola etnik yang desainnya dibuat menyatu dengan DNA PUMA.
PUMA merayakan datangnya Tahun Naga dengan logo yang dirancang khusus. Logo menampilkan seekor naga bergaya Tibet melingkar di sekitar huruf "P" bersama dengan rajutan unik untuk kata PUMA dalam warna merah terang.
Sentuhan kemeriahan yang playful namun tetap penuh gaya dalam koleksi ini menjadi menarik bagi berbagai kelompok usia.
Melansir siaran pers yang diterima Dewiku.com, koleksi ini menampilkan model-model klasik seperti T7 tracksuit, sweatshirt dan sweatpants. Ada juga baju-baju kasual yang cocok untuk segala acara, baik selama perayaan Imlek maupun setelahnya.
PUMA edisi Tahun Baru Imlek 2024 merayakan makna kebersamaan dan ikatan. Keduanya adalah tema yang sangat mengakar dalam tradisi reuni keluarga selama perayaan Imlek. Edisi ini menekankan pentingnya hubungan keluarga yang harus senantiasa dijaga.
Mau punya koleksi terbaru PUMA? Edisi Tahun Baru Imlek sudah tersedia di seluruh toko-toko PUMA dan PUMA.com sejak 8 Januari 2024.
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?