Dewiku.com - Putus cinta adalah hal yang paling bikin galau. Bukan cuma galau karena patah hati, tapi juga galau saat ingin membuang barang pemberian mantan. Kita sering merasa eman alias sayang banget dan sering nggak tega untuk menyingkirkan barang-barang penuh kenangan itu.
Ternyata bukan cuma kita yang punya pengalaman galau seperti itu. Sepasang kekasih asal Kroasia juga punya pengalaman yang sama. Berawal dari retaknya hubungan Olinka Vištica dan Draen Grubiši setelah empat tahun pacaran, pasangan ini kemudian membuat sebuah museum kecil untuk menampung barang-barang mereka yang penuh kenangan. Tempat itu lalu diberi nama Museum of Broken Relationships atau Museum Brokenship.
Agar museum kecil mereka lebih ramai, Olinka dan Draen menghubungi beberapa teman untuk menjadi semacam donatur dalam proyek unik ini. Rupanya ide mereka mendapat respon positif, terbukti dari ramainya donatur yang ingin menyumbangkan barang pemberian mantan masing-masing.
Museum yang awalnya hanya ada di Kroasia ini kemudian berkembang seiring berjalannya waktu. Mereka lalu mengadakan tur keliling dunia untuk pameran sekaligus mencari donatur baru.
Jika kamu penasaran seperti apa barang-barang mantan yang dititipkan di Museum Brokenship ini, kalian bisa mengunjungi situs resminya di Brokenships.com. Di sana kalian bisa melihat barang-barang yang dipajang, lengkap dengan sejarah di balik barang tersebut. Menarik ya?
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?