Dewiku.com - Kebiasaan sehari-hari yang kita lakukan pasti menjadi kegiatan yang berguna untuk diri kita sendiri, seperti mandi setiap hari atau sarapan setiap pagi. Tapi tahukah kamu kalau kebiasaan sehari-hari ada yang berdampak pada rusaknya lingkungan?
Secara nggak sadar kita sering melakukan kebiasaan yang bisa merusak lingkungan. Nggak mau kan lingkungan di mana kita tinggal rusak gara-gara ulah kita sendiri. So, simak kebiasaan sehari-hari yang buruk ini agar kita bisa merubahnya untuk lingkungan yang lebih baik.
1. Menggunakan deterjen
Deterjen mengandung fosfat yang bisa memicu pertumbuhan lumut di dalam air segar. Ini bisa menyebabkan oksigen di dalam laut menipis, makhluk hidup yang berada di dalamnya terancam tidak mendapatkan oksigen dengan maksimal.
2. Sabun cuci muka dengan kandungan microbeads
Microbeads adalah butir-butir kecil dalam sabun wajah yang berguna sebagai scrub untuk melepas sel kulit mati. Namun sayangnya, itu terbuat dari butiran plastik yang sangat kecil, sehingga material tersebut tidak bisa larut dalam air. Bahayanya adalah microbeads bisa menjadi makanan untuk hewan laut. Bahaya banget kan!
3. Menggunakan plastik secara berlebihan
Bukan menjadi rahasia umum lagi kalau plastik memang berdampak buruk bagi lingkungan kita. Menurut penelitian, di tahun 2050 diprediksi jumlah plastik di dalam laut akan lebih banyak dari pada jumlah ikan di dalamnya. Ngeri ya girls! So, kita harus sadar diri untuk mengurangi plastik dalam kebiasaan sehari-hari.
4. Membeli celana jeans baru
Siapa sangka kalau membeli celana jeans baru ternyata dapat berdampak buruk terhadap lingkungan? Faktanya, dibutuhkan 2900 galon air untuk menghasilkan satu pasang jeans, lho. Fakta lain yang menyedihkan adalah 1 dari 9 orang di dunia belum memiliki akses air bersih, sedih kan? Jadi kita harus menahan diri dan berpikir dua kali ya, jika ingin membeli jeans baru, agar bisa berkontribusi dalam penghematan air bersih di dunia.
Baca Juga
5. Menggunakan botol plastik
Kebiasaan sehari-hari yang bisa merusak lingkungan dan sangat melekat di kehidupan adalah menggunakan atau membeli botol kemasan plastik. Sama seperti plastik, penggunaan botol plastik juga bukan menjadi rahasia umum lagi akan dampak buruk bagi lingkungan. So, kita harus bisa merubah kebiasaan ini dengan membawa tempat minum sendiri kemana-mana demi lingkungan yang lebih baik.
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?