Dewiku.com - Menulis catatan di kertas dengan tangan ternyata mempunyai manfaat yang besar, lho. Manfaat sering menulis rasa terima kasih mampu tenangkan hati.
Di zaman sekarang menulis menggunakan pensil atau pena di atas kertas mungkin sudah sangat jarang dilakukan. Sebab, fungsi kertas dan pena sudah digantikan oleh gadget yang serba bisa. Menulis catatan di gadget memang lebih praktis dan menghemat kertas.
Namun, dilansir dari laman Time, ternyata lebih banyak bersyukur memberikan dampak positif pada kesehatan mental. Salah satunya dengan cara menuliskan rasa terima kasih di atas kertas tentang hal-hal yang kita syukuri.
Peneliti mengungkapkan jika masih banyak orang yang meremehkan kekuatan mengekspresikan diri lewat tulisan sehingga membuat mereka sulit mendapatkan manfaat dari melakukan hal-hal kecil. Padahal mencurahkan isi hati di atas kertas, bisa melepaskan sedikit rasa stres dan beban yang ada di dalam diri.
Orang-orang yang suka menuliskan ucapan rasa sykur atau terima kasih secara konsisten akan mampu mempunyai semangat yang lebih positif dan meningkatkan suasana hati. Nah, rasa terima kasih bukan hanya memberikan ketenangan batin dan kebahagiaan bagi diri sendiri, namun juga untuk orang lain.
So, kamu mencoba hal sederhana dengan menulis rasa terima kasih agar mendapatkan ketenangan hati? Siapa tahu hidup kamu akan jadi lebih bahagia. Selamat mencoba!
Tag
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?