Dewiku.com - Mesir menjadi salah satu negara yang didominasi oleh penduduk beragama Islam. Tentunya masalah pemakaian hijab bukanlah isu yang umum untuk diperbincangkan. Namun, baru-baru ini seorang perempuan asal Mesir berbagi kisah ironis tentang sulitnya berhijab di Mesir.
Barangkali kamu berpikir kalau perempuan berhijab tidak akan menemui masalah ini di negara yang penduduknya mayoritas muslim seperti Mesir. Mesir juga menjadi jadi tujuan umat muslim dari seluruh penjuru dunia untuk menimba ilmu. Salah satu perguruan tinggi yang sangat terkenal adalah Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir.
Namun, Dalia Anan berpendapat tidak semua membuatnya merasa aman dan nyaman berhijab di Mesir. Dalia Anan sendiri merupakan perempuan kelahiran Mesir yang kini bekerja di industri IT di London, Inggris.
Dilansir dari BBC, Dalia menceritakan, sebelumnya Mesir adalah negara yang sangat terbuka dan ramah terhadap perempuan yang memutuskan untuk mengenakan hijab. Hanya saja beberapa tahun belakangan, terdapat suatu perubahan.
Perubahan tersebut berbentuk diskriminasi secara ekonomi. Dalia mengungkapkan, perempuan berhijab akan dianggap berada di kalangan kelas bawah.
Dalia mengatakan, rasanya lebih mudah mengenakan hijab di London daripada di Kairo, Mesir. Dia bahkan merasa dihakimi saat berhijab di Mesir.
Dalia mengaku pernah ditolak masuk di dua restoran mewah hanya karena dirinya berhijab. ''Pada waktu tertentu, Anda bahkan tak diperbolehkan untuk masuk ke sebuah restoran mewah atau tempat keren lainnya, terutama di daerah North Coast,'' kata perempuan 47 tahun itu.
North Coast merupakan wilayah Mesir yang memiliki banyak resort mewah dengan pemandangan Laut Mediterania sebagai daya tarik. North Coast biasanya menjadi destinasi utama untuk menghabiskan liburan musim panas, terutama di hari terakhir Ramadhan menjelang Idul Fitri.
Tak hanya Dalia yang merasa diintimidasi saat berhijab di negaranya sendiri. Ada juga Dina Hisham, perempuan mesir lainnya.
Dina tidak menyangka jika sekarang dirinya harus bertanya terlebih dahulu apakah diperbolehkan menggunakan hijab atau tidak saat mendatangi suatu tempat.
Baca Juga
Saat ini Dina tengah mengambil studi di York University, Toronto, Kanada. Dia mengungkapkan, ada pergeseran terkait konsep kalangan kelas atas di Mesir.
Mereka yang dianggap kalangan kelas atas adalah orang yang memiliki banyak uang, berbicara dengan bahasa Inggris daripada Arab, dan memiliki pandangan yang luas. Itu juga berarti mereka mengonsumsi alkohol dan berpakaian terbuka.
Para perempuan dari kalangan kelas atas pun banyak yang mulai melepas hijab. Kondisi itulah yang membuat perempuan berhijab di Mesir jadi sering mendapatkan pertanyaan seperti, ''Mengapa Anda masih menggunakan hijab?''
Itulah yang membuat para perempuan berhijab merasa kesulitan untuk sekedar merasa aman dan nyaman di Mesir meski mayoritas penduduk di sana adalah muslim. Bagaimana menurutmu?
Tag
Terkini
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian