Dewiku.com - Masa SMA untuk kebanyakan orang memang menjadi masa tak terlupakan. Banyak kenangan indah yang terjadi saat itu, salah satunya adalah tentang keseruan mempunyai gebetan. Nah, siapa yang masih teringat gebetan zaman SMA?
SMA mengingatkan kita tentang nilai pelajaran, gaya rambut yang selalu menjadi sorotan, atau gebetan-gebetan di masa sekolah. Untuk sebagian orang, nama gebetan di masa SMA menjadi nama yang tak dilupakan dalam kolom pencarian media sosial atau situs kencan online.
''Orang-orang sering berfantasi tentang kembali ke kampung halaman mereka sebagai versi yang lebih percaya diri dan sukses untuk mendapatkan pria atau wanita impian SMA mereka,'' kata Darcy Streling, anggota Tinder bagian dating dan relationship kepada Cosmopolitan.
Zaman sekarang, kencan itu semudah menggesek jari dan mendapatkan cinta masa SMA sepertinya lebih mudah terwujud daripada masa sebelumnya.
Mencari cinta pada zaman SMA memang salah satu ide bagus yang bisa dimasukkan ke dalam agenda liburan pulang kampung di antara intensitas acara keluarga.
Memang lebih mudah untuk terhubung kembali dengan kenalan atau teman lama. ''Memiliki sejarah bersama memberi kamu titik awal untuk berbasa-basi, yang membuat percakapan lebih mudah,'' ungkap Streling.
Itulah sedikit penjelasan terkait alasan mengapa kamu masih teringat gebetan zaman SMA. Apakah kamu pernah atau sedang merasakannya?
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?