Dewiku.com - Ternyata potensi selingkuh tak hanya dilihat dari gelagat yang aneh atau isi pesan yang sering dikirimkan. Sebuah studi menunjukkan ada bentuk jari tertentu yang mengindikasikan seorang wanita suka selingkuh.
Dilansir dari laman Mirror, para peneliti dari Oxford University mengungkap bentuk jari bisa melihat potensi selingkuh seorang wanita. Ternyata wanita yang memiliki tangan kiri dengan jari telunjuk lebih panjang dari jari manis, cenderung lebih mudah membuat pria tertarik dengannya.
Oleh sebab itu, ada banyak kemungkinan mereka akan bereksperimen menjalin kisah di luar komtmen pacaran atau pernikahan.
Peneliti mengukur jari 275 sukarelawan wanita dan juga mengambil sampel DNA, sebelum lanjut meminta mereka menyelesaikan tes psikologi tentang hubungan.
Penelitian ini menemukan beberapa wanita dengan rasio tangan kiri yang lebih panjang dan menilai hubungan romantis mereka kurang menguntungkan.
Temuan ini berbeda dengan keyakinan yang dipegang sebelumnya, yakni wanita dengan jari manis lebih pendek sebenarnya lebih feminin dan mungkin lebih puas dengan hubungan romantis mereka.
Bentuk jari yang lebih feminin itu membuat mereka terlihat atraktif bagi pria. Itu mungkin juga terjadi karena mereka tidak puas dengan pasangannya sekarang.
Hal inilah yang menyebabkan para wanita bisa lebih implusif dan oportunis terhadap pria yang bukan pasangan resmi mereka, lalu memilih untuk selingkuh.
Tag
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?