Dewiku.com - Sri Mulyani kembali jadi wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes tahun 2018. Dari 100 wanita yang tercatat paling berpengaruh di dunia, nama Sri Mulyani menduduki posisi ke-78.
Pada tahun yang sama, Sri Mulyani juga terpilih sebagai Menteri Keuangan terbaik 2018 di kawasan Asia Timur dan Pasifik versi majalah Global Markets.
Sosoknya yang powerfull kembali mengingatkan kita pada tahun 2016, di mana Sri Mulyani pernah menduduki peringkat 37 dunia sebagai wanita paling berpengaruh.
Melansir dari majalah Forbes, selama menjabat Menteri Keuangan, Sri Mulyani dinyatakan sukses menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Reformasi pajak yang dia terapkan mampu menurunkan angka kemiskinan di Indonesia secara signifikan.
Selain itu, dirinya juga kerap menggaungkan tentang kesetaraan gender. Dalam sebuah makalah, Sri Mulyani pernah menulis bahwa partisipasi perempuan dalam pekerjaan telah mengalami penurunan secara global.
Hal-hal inilah yang mendorong Sri Mulyani menerima penghargaan lain, seperti menempati posisi ke-19 dalam daftar The 22 Most Powerful Female Political and Policy Leaders 2018.
FYI, majalah Forbes selalu merilis 100 nama wanita yang paling berpengaruh di dunia setiap tahunnya. Nama-nama ini diambil dari berbagai latar belakang, seperti politik, bisnis hingga selebriti.
Tahun ini, yang menempati posisi pertama wanita paling berpengaruh adalah Kanselir Jerman Angela Merkel.
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?