Sabtu, 28 November 2020
Rima Sekarani Imamun Nissa | Rima Suliastini : Jum'at, 08 Februari 2019 | 08:45 WIB

Dewiku.com - Memiliki warna kulit eksotis memang idaman banyak wanita di Eropa. Nggak heran jika mereka akan melakukan banyak cara agar bisa mendapatkan warna kulit yang kecokelatan, salah satunya dengan cara tanning. Begitu juga dengan Anthea Smith, wanita asal Inggris ini sudah keranjingan tanning bed selama 14 tahun.

Dalam kurun waktu itu, Anthea tidak menyadari jika proses tanning yang dia lakukan akan memberikan dampak negatif yang sangat mengerikan, yaitu kanker kulit atau melanoma.

Dilansir dari Mirror, Anthea awalnya didiagnosa memiliki kutil di telinga karena bagian luar kupingnya tumbuh ruam merah dan lama-kelamaan bercaknya menjadi kehitaman.

Sejak 2010 dia sudah merasakan jika ada yang tidak beres dengan telinganya, namun hasil diagnosa dokter yang mengatakan itu kutil membuatnya abai.

Ilustrasi telinga. (Shutterstock)

 

Suatu hari ketika dia akan melakukan operasi plastik, dokter bedah melakukan biopsi. Hasilnya, dia diketahui mengalami melanoma stadium 3. Akhirnya dokter mengamputasi telinga Anthea 2 kali. Hal ini dilakukan agar sel kankernya tidak menyebar.

Amputasi pertama, dokter menghilangkan telinga luar Anthea. Pada proses ini, Anthea merasa dirinya seperti Alien karena ada lubang yang langsung menembus gendang telinganya.

Ilustrasi sakit telinga. (Unsplash/Jessica Flavia)

 

Amputasi kedua, dokter mengambil seluruh bagian telinganya termasuk kelenjar ludah. Pada fase ini, Anthea benar-benar tidak memiliki telinga karena seluruh bagiannya diangkat termasuk tulang temporal di area telinga. Beruntung, kini telinganya diganti dengan kuping prosetetis.

Setelah kejadian ini, Anthea sekarang aktif menyuarakan larangan perawatan tanning bed. Menurutnya, tak ada alasan baik untuk menggunakan tanning bed.

BACA SELANJUTNYA

Sosok Barbie Pertama dari Ceko, Mirip Boneka berkat Oplas Ratusan Juta