Dewiku.com - Justin Bieber belum lama ini buka-bukaan tentang hubungan percintaanya di masa lalu. Suami Hailey Baldwin ini mengatakan jika dia tobat melakukan hubungan seks pranikah. Menurutnya, seks sebelum nikah akan melukai perasaan banyak orang, termasuk pasangan.
Dalam wawancara terbarunya dengan majalah Vogue, Justin Bieber mengatakan jika hal ini dia terapkan ketika pacaran dengan Hailey Baldwin.
Justin Bieber juga mengaku jika mendapat semacam pencerahan bahwa Tuhan melarang perzinahan bukan karena dosa tapi untuk melindingi dirinya sendiri dari rasa sakit hati atau menyakiti perasaan orang lain.
Pada fase itulah Justin mengatakan jika Hailey hadir dalam kehidupannya.
Selama pacaran dengan Hailey Baldwin, Justin Bieber mengaku jika dia terus menjaga komitmennya untuk tidak melakukan seks sebelum nikah.
Pasangan yang menikah 5 bulan lalu ini kini mulai terbuka dengan kehidupan pribadi mereka. Wawancara dengan majalah Vogue menjadi batu loncatan pertama ketika mereka memutuskan terbuka untuk publik.
Dalam wawancara ini, Justin Bieber banyak bercerita tentang masa lalu dan kehidupannya yang mulai dekat dengan Tuhan hingga mengubah paradigmanya soal seks pranikah.
Justin Bieber juga mengungkapkan rasa syukurnya ketika dipertemukan dengan Hailey Baldwin. Justin bahkan mengatakan jika Hailey adalah sebuah berkat dari Tuhan karena perilakunya sangat baik di mata Justin.
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?