Dewiku.com - Hari Valentine diperingati sebagai hari kasih sayang di seluruh dunia. Nah, bentuk perayaan hari spesial yang jatuh pada 14 Februari ini sangat beragam.
Bukan melulu memberikan cokelat atau menghabiskan waktu bersama pasangan dengan makan malam romantis, tapi beberapa cara unik lainnya.
Dilansir dari Guideku.com, berikut adalah empat negara yang punya tradisi unik perayaan Hari Valentine. Apa saja?
1. Slovenia
Hari Valentine bagi masyarakat Slovenia dirayakan untuk menandai permulaan festival musim semi. Namun, hari kasih sayang itu tidak dirayakan pada 14 Februari, melainkan 12 Maret, yakni bertepatan dengan perayaan St. Gregorius.
2. Estonia
Masyarakat Estonia mengaggap Hari Valentine sebagai hari kasih sayang multilayer yang bisa dipersembahkan untuk sahabat maupun keluarga.
3. Norwegia
Perayaan Valentine di Norwegia dirayakan dengan sebuah permainan. Seorang pria akan mengirimkan catatan cinta berima kepada seorang wanita secara anonim.
Sang wanita kemudian bakal menebak namanya. Jika benar, ia akan mendapatkan kado valentine berupa sebiji telur. Jika salah, sebalinya dia mesti memberikan sebiji telur pada pria tersebut.
Baca Juga
Filipina
Perayaan Hari Valentine di Filipina selalu identik dengan pernikahan massal. Jadi jangan heran jika pada 14 Februari, sangat mudah menemukan beragam pernikahan massal dihelat di Filipina. (Guideku.com/Aditya Prasanda)
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?