Dewiku.com - Kamu yang baru saja bikin tato sangat dianjurkan untuk tidak langsung berenang saat luka tato belum sembuh. Hal yang sama juga berlaku dengan berendam di bak air panas untuk mandi.
Ada beberapa alasan mengapa berenang atau berendam setelah mentato tubuh adalah hal yang berisiko, baik untuk kesehatan maupun kualitas tato itu sendiri.
''Tato baru pada dasarnya adalah luka terbuka. Dan itu bisa membuatnya rentan terhadap infeksi,'' ungkap kata Dr. Shari Marchbein, M.D., seorang dermatologis dan asisten klinis profesor dermatologi di NYU School of Medicine.
Dilansir dari Women's Health Mag, air seperti lautan, danau, dan sungai, betapa pun murninya, mengandung berbagai jenis bakteri, dan saat kamu berenang dengan tato baru, bakteri dapat memasuki tubuh dengan lebih mudah dan menyebabkan infeksi.
Jika infeksi menyebar ke aliran darah, itu bisa sangat berbahaya, bahkan mengancam nyawa. Pada 2017, seorang lelaki dikabarkan meninggal karena infeksi yang disebabkan oleh vibrio vulnificus, bakteri yang berhubungan dengan kerang. Dia berenang di lautan setelah bikin tato baru.
Kolam renang atau kolam air panas juga bisa menyebabkan banyak masalah. Jika kolam tidak diklorinasi, atau hanya memiliki kadar klorin yang rendah, kemungkinan masih ada banyak bakteri di dalam air.
Pada kolam yang sangat terklorinasi, walaupun kecil kemungkinannya untuk memberi infeksi, masih dapat menyebabkan iritasi besar pada kulit, kata Dr. Noelle S. Sherber, MD, dokter kulit yang juga merupakan salah satu pendiri SHERBER + RAD, dan asisten profesor klinis di George Universitas Washington.
''Anda harus menghindari klorin, bahan kimia tersebut dapat menyebabkan gundukan kulit merah yang mengelupas kulit atau tato Anda,'' ujar Sherber.
Itu semua dapat membuatnya lebih rentan terhadap infeksi dan menyebabkan masalah dengan penyembuhan, serta perubahan penampilan.
Jadi, kapan waktu yang tepat untuk memamerkan tato baru sambil berenang? Sebaiknya tunggu minimal empat minggu atau sampai luka tato sepenuhnya pulih sebelum merendamnya dalam air.
Baca Juga
Jika kamu memiliki sistem kekebalan tubuh yang terganggu, karena obat atau penyakit, kamu mungkin perlu menunggu lebih lama. Sherber bilang, hal itu karena risiko infeksi menjadi lebih besar.
''Anda akan tahu bahwa tato Anda sembuh ketika kulit yang baru saja ditato berhenti mengelupas, dan bekas lukanya pun sudah rontok,'' kata Dr. Debra Jaliman, dokter kulit yang juga penulis Skin Rules.
Jika kamu mengalami peningkatan rasa sakit atau pembengkakan, kemerahan pada atau di sekitar tato menjadi lebih gelap atau menyebar alih-alih mencerahkan, gatal, merah, benjolan menyakitkan di tato, nanah atau luka terbuka di tato, demam, kedinginan atau menggigil, segeralah pergi ke dokter. Sebagian besar infeksi dapat dibersihkan dengan antibiotik.
Jadi, penting untuk melindungi tato baru. Jangan buru-buru berenang jika baru saja bikin tato. Kalau kamu bisa membuat tato tetap kering saat mandi, dengan menutupinya dengan perban tahan air dan bungkus plastik, itu hal yang sangat baik.
Hindari juga olahraga yang membuatmu berkeringat terlalu banyak, seperti yoga. ''Jika Anda berkeringat berlebihan, tetesannya dapat membawa kuman ke tato terbuka,'' ungkap Jaliman. (Suara.com/Dinda Rachmawati)
Terkini
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian