Dewiku.com - Selingkuhan atau yang juga dikenal sebagai 'si kecil ketiga' atau 'ibu rumah tangga kedua' adalah topik yang tidak dapat dihindari di masyarakat China saat ini.
Dilansir dari Daily Mail, menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh All-China Women's Federation pada tahun 2014, hubungan luar nikah atau perselingkuhan adalah penyebab perceraian nomor satu di negara tirai bambu itu.
Merujuk pada laporan tersebut, hampir 75 persen pasangan di China mengakhiri pernikahan mereka karena pasangan tidak setia.
Laporan itu juga menyoroti bahwa hanya 30 persen dari korban perselingkuhan yang akan mengalami perceraian. Sementara 70 persen sisanya akan memilih untuk menghadapi dan menjalani situasi tersebut.
Namun, tak perlu cemas lagi. Kini sudah ada ''pemburu selingkuhan'' profesional di Cina yang membantu ribuan istri menangkap ''perusak rumah tangga tak tahu malu''.
Salah satu dari mereka, Zhang Yufen dari Xi'an, membantu kliennya untuk mengumpulkan bukti dugaan perzinahan suami mereka. Dalam beberapa kasus ekstrem, ia mengarahkan rekan-rekannya untuk menghukum para wanita simpanan.
''Seorang selingkuhan layak dipukuli,'' kata Zhang dalam sebuah wawancara. "''amu harus menanggalkan celananya terlebih dahulu agar dia tidak bisa lari,'' lanjutnya.
Dalam dua dekade terakhir, Zhang, seorang janda karena perceraian berusia 50 ini, telah membantu lebih dari 200.000 wanita China menangani krisis pernikahan mereka.
Tag
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?