Dewiku.com - Jessica Mila kini telah menjalin kedekatan dengan Al Ghazali untuk kebutuhan film terbaru mereka, Mengejar Surga. Dalam film bergenre religi itu, mereka berdua berakting sebagai sepasang kekasih.
Meski menjadi sepasang kekasih, rupanya mereka tidak boleh beradegan mesra selayaknya orang pacaran seperti berpelukan bahkan bersentuhan.
''Kalau pacaran di sini, nggak boleh ada kontak fisik. Jadi gimana caranya menunjukan chemistry-nya, rasa sayangnya, rasa kangennya tanpa kontak fisik,'' ujar Jessica Mila, seperti dikutip dari Suara.com, Rabu (24/4/2019).
Film ini menjadi tantangan tersendiri bagi Jessica Mila. Sebab dalam beberapa film yang telah ia bintangi, Jessica mengaku lebih mudah menunjukkan perasaannya. Tapi dalam film ini, kata dia harus lebih melibatkan perasaan.
''Kalau karakter aku, biasanya kan bisa nunjukin rasa kangen. Kalau di sini nggak, peluk sayang kan biasanya, kalau ini nggak bisa jadi main dari dalam hati,'' lanjutnya saat ditemui di Dream Land Studio, Cilandak, Jakarta Selatan.
Karena masih memasuki proses reading, Jessica dan dan Al belum sempat memperdalam chemistry. Maklum, untuk proses syuting sendiri baru akan berlangsung pada Mei mendatang.
Jessica Mila mengaku film Mengejar Surga merupakan pertama kalinya ia akan beradu akting dengan Al Ghazali. Tapi sebelumnya, mereka sudah pernah terlibat proyek bersama dalam sebuah iklan.
Tag
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?