Dewiku.com - Pangeran Harry disebut menjadi sosok ayah siaga yang kerap mengganti popok putra pertamanya, Archie. Dia juga dikabarkan berbagi tugas dalam mengasuh anak bersama Meghan Markle.
Dilansir dari The Sun, Meghan Markle disebut ingin kembali mengemban tugas kerajaan sesegera mungkin setelah melahirkan.
''Dia memiliki energi yang sangat besar, sangat bertekad, dan ingin terlibat selancar mungkin dengan badan amalnya,'' ungkap Mike Tindall, seorang atlet rugby sekaligus suami dari sepupu Pangeran Harry, Zara Phillips.
Tindall juga mengungkapkan bahwa sebagian anggota keluarga kerajaan mengetahui kabar kelahiran Archie melalui grup whatsApp Keluarga Kerajaan Inggris.
''Dia (Pangeran Harry) akan menjadi ayah yang hebat. Jelas, dia ayah baptis bagi Lena (putri Tindall), tetapi sekarang kami memiliki banyak anak kecil dalam keluarga,'' ucap Tindall, seperti dilansir dari Mirror.
Pangeran Harry dan Meghan Markle pun dikabarkan ingin berbagi tugas mengasuh anak dengan konsep ''kesetaraan mutlak''. Namun, benarkah Pangeran sampai bisa dan mau mengganti popok anaknya?
Ketika kakak laki-laki Pangeran Harry menjadi ayah untuk pertama kali, Pangeran William juga pernah membual tentang dirinya yang telah mengganti popok pertama sang putra.
Baris ketiga dari takhta Kerajaan Inggris itu berkata, ''Saya mengganti popok pertama, sebuah lencana kehormatan. Setiap bidan menatap saya.'' (Suara.com/Risna Halidi)
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?