Jum'at, 30 Oktober 2020
Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati : Minggu, 02 Agustus 2020 | 21:00 WIB

Dewiku.com - Banyak orang yang menjadikan pernikahan sebagai tujuan hidup hingga kunci mendapatkan kebahagiaan. Bahkan, ada anggapan kalau mereka yang telah menikah bakal jauh lebih bahagia dibandingkan yang masih melajang alias single.

Walau demikian, sebuah studi yang dilakukan oleh Michigan State University di Amerika Serikat membantah hal tersebut. Studi terbaru itu menyebutkan bahwa orang yang menikah tidak selalu lebih bahagia.

Melansir dari World of Buzz, studi tersebut diikuti oleh 7.532 orang dengan rentang umur antara 18 hingga 60 tahun.

Dari total partisipan yang ada, sebanyak 79 persen sudah menikah dan 8 persennya masih single. Sementara, sisa 13 persen partisipan punya sejarah hubungan romansa yang bervariasi, seperti pernah pacaran, sudah cerai, pernah menikah lagi, atau janda.

Hasilnya, orang-orang yang sudah menikah mengaku bahagia. Namun, tingkat kebahagiaan mereka tidak jauh berbeda dengan orang single.

Orang yang sudah menikah melaporkan tingkat kebahagiaan pada skala 4 dari 5, sementara partisipan yang single mempunyai tingkat kebahagiaan 3,8 atau berbeda 0,2 saja.

Ilustrasi pasangan pengantin. (Unsplash/Katelyn MacMillan)

Hasil penelitian ini kemudian dirilis dalam Journal of Positive Psychology. Di sana, ditulis bahwa pernikahan tidak menjamin seseorang mampu hidup lebih bahagia.

Penelitian ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan status pernikahan dan single dalam jangka panjang. Ternyata, tingkat kebahagiaan para partisipan tak jauh berbeda.

"Orang kerap berpikir bahwa mereka mesti menikah agar bahagia, jadi kami bertanya-tanya, apakah seseorang harus menjalin hubungan agar bahagia?"

"Apakah hidup single sama artinya dengan tak bahagia? Bagaimana kalau kau pernah menikah tapi tidak berhasil?" ujar Dr. William Chopik, salah satu pakar yang berpartisipasi.

"Bicara tentang kebahagiaan, apakah seseorang menjalin hubungan asmara atau tidak bukanlah cerita lengkapnya."

Sebaliknya, penelitian ini mengungkapkan bahwa orang single juga bisa merasa bahagia lewat pertemanan, pekerjaan, dan hobi mereka.

"Kalau tujuannya adalah menemukan kebahagiaan, rasanya lucu melihat orang-orang terlalu bergantung pada pernikahan."

Ilustrasi bahagia. (Unsplash/Gian Cescon)

Sebagai tambahan, William Chopik dan rekannya Mariah Purol mengingatkan bahwa pernikahan bukanlah sebuah solusi.

Bagi mereka yang merasa tak bahagia, menikah tidak akan menyelesaikan masalah atau membuat suasana hati mendadak berubah.

"Ini bukan tentang pernikahan dan lebih tentang pola pikir," tutur Mariah Purol.

"Jika Anda dapat menemukan kebahagiaan sebagai seorang single, Anda bakal terus mempertahankan kebahagiaan itu, terlepas nantinya Anda menikah atau tidak," katanya kemudian.

BACA SELANJUTNYA

Terlanjur Nyaman Tanpa Status, Nenek Ini Takut Diminta Berkomitmen