Dewiku.com - Konflik dalam hubungan asmara adalah hal wajar. Jika sedang terjadi konflik, tentu hubungan dengan pasangan menjadi tidak nyaman.
Pada dasarnya, komunikasi atau berbicara dari hati ke hati adalah cara ampuh untuk mengatasi setiap masalah. Kurangnya komunikasi dalam hubungan bisa menjadi ancaman berbahaya.
Saat pasangan gagal membangun komunikasi dalam menghadapi konflik, itu bisa berdampak pada keintiman hubungan. Bahkan, kurangnya komunikasi bisa meruntuhkan keharmonisan hubungan.
Mengutip dari Healthshots, berikut beberapa dampak buruknya komunikasi. Apa saja?
Kurangnya rasa percaya
Kunci utama hubungan langgeng adalah rasa percaya pada pasangan. Namun, jika konflik diikuti dengan kurangnya komunikasi, bahkan malah menghilang alias ghosting, itu akan membuat pasangan sulit membangun rasa kepercayaan dirinya. Konflik pun akan terus-menerus terjadi. Bahkan, jalan terakhirnya bisa saja cerai atau putus.
Bisa membawa hubungan jadi negatif
Saat pasangan sibuk bekerja di luar, kadang stres bisa saja terbawa ke rumah. Pasangan mungkin saja jadi akan dianggap sebagai orang yang penuh beban. Pada akhirnya, hubungan negatif lah yang akan terbangun, bukan keharmonisan.
Bisa bikin trauma
Saat masalah dalam hubungan tak kunjung selesai, bahkan berakhir dengan kekerasan fisik, dampaknya bisa bikin pasangan trauma. Peristiwa traumatis bisa mengubah seseorang. Itu juga dapat memengaruhi pola komunikasi terhadap orang lain selain pasangan, mulai dari keluarga hingga teman dekat.
Baca Juga
-
Ingin Cantik saat Virtual Meeting? Terapkan Tips Makeup Kilat Berikut Ini
-
Langsung Cek, yuk! Ketahui Risiko Masalah Kesehatan Berdasarkan Zodiak
-
Bermanfaat Mencerahkan Kulit Wajah, Apa Itu Hydra Glow Facial?
-
Biar Nggak Norak, Simak Tips Mengenakan Perhiasan Emas Berikut Ini
-
Lagi Hits di AS dan Eropa, Apa Itu Perawatan Kulit Wajah Medical Facials?
-
Wujud Cinta untuk Pelanggan, Brand Ini Rilis Monogram Scarf
Bisa mengubah pola perilaku menjadi tidak sehat
Buruknya komunikasi bisa mengubah pola perilaku seseorang, salah satunya mengarah pada perilaku yang tidak sehat. Beberapa dampak selanjutnya yang bisa saja terjadi, antara lain:
- Menyakiti atau melecehkan pasangannya dalam interaksi sehari-hari
- Kritik terus-menerus terhadap kepribadian atau serangan yang menyakitkan
- Bersikap defensif dalam argumen
- Menolak untuk terbuka atau berbicara satu sama lain
- Kesepian
- Menciptakan perspektif negatif dari pasangan
- Kurangnya keintiman.
(*Aflaha Rizal Bahtiar)
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?