Selasa, 04 Oktober 2022
Rima Sekarani Imamun Nissa : Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:00 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Dewiku.com - Apakah kamu lebih suka memendam emosi alih-alih mengungkapkannya? Hati-hati, emosimu rentan menumpuk sehingga kamu akan kesulitan mengekspresikan diri. Selain itu, kamu bisa meledak sewaktu-waktu.

Ada banyak alasan di balik sikap seseorang yang kerap memendam emosi. Entah karena kurang percaya diri atau memang memiliki karakter yang senang memendam emosi dan memilih untuk menghindar.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, emosimu sewaktu-waktu dapat memuncak. Kalaunudah seperti itu, kamu rentan mengalami luapan emosi yang sulit dikontrol.

Melansir dari Healthshots, berikut lima hal yang akan kamu alami jika terlalu sering memendam emosi.

Perempuan sedih. (Unsplash/Aricka Lewis)

Merasa khawatir dan cemas sepanjang waktu

Saat memendam emosi, kamu akan merasakan cemas dan khawatir sepanjang waktu. Misal kamu memendam emosi karena takut terbuka kepada orang lain sehingga ada rasa cemas jika perasaannya diketahui oleh orang lain.

Dapat berakibat depresi

Selalu memendam emosi bisa berakibat pada kesehatan mental. Saat memilih memendamnya dan tidak mampu mengungkapkan, ini menyebabkan kamu rentan mengalami gangguan depresi. Selain itu, memendam emosi dapat membuatmu berpikir berlebihan alias overthinking.

Mudah marah

Mudah marah bisa terjadi saar kamu memilih memendam emosi dalam jangka waktu lama. Ketika kamu tidak mampu mengungkapkannya dan hanya disimpan sendirian, dampaknya kamu cenderung melampiaskan amarah ke orang lainnyang mungkin tak ada kaitannya sama sekali dengan masalahmu.

Ilustrasi perempuan sedih karena jadi korban selingkuh. (Unsplash/Riccardo Mion)

Bisa memicu sakit kepala

Dampak selanjutnya dari memendam emosi adalah memicu sakit kepala. Ketika perasaan emosi yang terpendam menuju pusat pikiran, akhirnya kamu akan merasakan stres yang berkepanjangan, dan cenderung memikirkan hal negatif.

Memilih untuk menghindar

Memendam emosi dan memilih untuk menyimpannya akan membuat kamu menjadi seseorang yang cenderung menghindar. Mulai dari konfrontasi atau masalah yang menimpa kamu di kemudian hari, kamu lebih senang menghindar daripada menghadapinya.

Berbeda dengan orang yang mampu mengatasi masalah dengan mengungkapkan emosinya, kamu malah memilih untuk memendamnya sehingga berdampak pada meningkatnya risiko yang membahayakan kesehatan mental. (*Aflaha Rizal Bahtiar)

BACA SELANJUTNYA

Tips biar Lebih Bahagia, Ini 4 Cara Mengatasi Mati Rasa