
Aktifkan Notifikasimu
Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.
Dewiku.com - Setiap pernikahan akan memiliki titik di mana pasangan merasa tidak puas atau kurang bahagia. Jika dibiarkan, ketidakbahagiaan itu pada akhirnya bisa menghancurkan rumah tangga.
Itulah mengapa Anda perlu mengetahui apa saja ciri kehidupan pernikahan yang tidak bahagia agar bisa mulai mencari solusinya. Melansir Times of India, berikut beberapa tanda pernikahan tidak bahagia.
Tidak hentinya saling mengkritik
Kalau kamu dan pasangan selalu sibuk mengkritik dan menyoroti kesalahan satu sama lain dalam setiap pertengkaran sengit, ketahuilah bahwa itu termasuk tanda bahwa kalian berada dalam pernikahan yang tidak bahagia.
Baca Juga
-
Bisa Mengundang Prahara, 5 Hal Ini Sebaiknya Jangan Sampai Diketahui Ibu Mertua
-
Ketahui 3 Zodiak Paling Sial Maret 2022, Sebaiknya Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri
-
Ini 3 Zodiak Paling Beruntung Maret 2022, Pisces Terhubung dengan Banyak Hal Baik sejak Awal Bulan
-
Viral Aksi Bapak-bapak Mengecat Rambut dan Kumis di Rumah, Hasilnya Malah Bikin Ngakak
-
Para Ibu Perlu Tahu, Ini Pentingnya Support System dalam Menghadapi Informasi Digital saat Pandemi
-
Manfaat Lendir Siput untuk Perawatan Kulit, Sering Jadi Bahan Skincare Korea

Bertindak tidak rasional
Jangan remehkan jika ini sering kali terjadi ketika mempertimbangkan soal kebutuhan dan keinginan dalam berumah tangga. Bakal ada banyak percakapan yang penuh pertengkaran dan kesalahpahaman cuma karena kalian selalu terpaku pada kepentingan pribadi, bukan kepentingan pasangan maupun kebaikan bersama.
Humor yang buruk dan lelucon sarkastik
Setiap pasangan memang memiliki gaya dan selera humor berbeda. Namun, lelucon yang tak menyenangkan dan mengucapkan kalimat sarkastik ketika bertengkar pada dasarnya adalah hal buruk. Kamu dan pasangan mungkin sama-sama merasa terluka karenanya.
Tindakan defensif
Kalau kamu dan pasangan sering bersikap defensif satu sama lain, itu juga bisa jadi tanda pernikahan tidak bahagia yang cukup mencolok. Banyak orang sibuk membela diri saat tahu bahwa mereka bersalah tapi tak mau mengakuinya. Selain itu, dalam pernikahan, seharusnya ego pribadi tidak menempati posisi teratas.
Terkini
- Kamu Terlalu Mandiri: Ketika Kemandirian Perempuan Masih Dianggap Ancaman
- Support System Seumur Hidup: Bagaimana Kakak Adik Perempuan Saling Menguatkan?
- Women News Network: Menguatkan Suara Perempuan dari Aceh hingga NTT
- Saatnya Berbagi Tugas di Dapur, Karena Memasak Bukan Hanya Tanggung Jawab Perempuan
- Lajang dan Bahagia: Cara Perempuan Menikmati Hidup Tanpa Tekanan Sosial
- Plan Indonesia dan SalingJaga Gelar Soccer for Equality, Dukung Kesetaraan Pendidikan Anak Perempuan NTT
- Paternity Leave Bukan Sekadar Cuti, Tapi Wujud Budaya Kerja yang Inklusif
- Koper Ringan, Gaya Baru Menjelajah Dunia Tanpa Beban
- Body Positivity vs Body Neutrality: Mana Jalan Terbaik Menerima Tubuh Apa Adanya?
- Wujud Kesetaraan di Dunia Transportasi, Kartini Masa Kini di Balik Kemudi