Dewiku.com - Diam sering kali dibilang emas, tetapi itu tidak sama dengan mendiamkan pasangan tanpa ada niat mencari solusi. Perilaku seperti itu dikenal dengan istilah silent treatment.
Silent treatment adalah cara komunikasi yang buruk di mana seseorang memilih untuk tidak berbicara atau berinteraksi dengan orang lain sebagai bentuk hukuman atau manipulasi emosional.
Melansir Medical News Today, silent treatment disebut sebagai bisa menjadi salah satu cara mengontrol perasaan pasangan. Namun, pola yang sama juga bisa dilakukan pada orang di sekitar.
Ada banyak penyebab silent treatment, mulai dari adanya ketidaksepakatan dalam hubungan hingga masalah komunikasi yang tidak terselesaikan. Pelaku mungkin juga merasa tidak dihargai atau frustrasi sehingga memilih untuk menjauh sebagai bentuk ekspresi emosional.
Tanda-tanda silent treatment bisa diamati dengan cukup mudah. Pelaku biasanya menghindari kontak mata, mengabaikan pesan, bahkan meninggalkan ruangan begitu saja saat orang lain berbicara. Mereka juga cenderung menunjukkan ekspresi wajah yang dingin dan jarang tersenyum.
Bicara soal dampak, silent treatment dapat merusak hubungan yang dijalin. Korban bisa merasa tidak dihargai, kehilangan kepercayaan diri, dan hingga stres berat. Dampak psikologisnya pun mungkin berlangsung dalam waktu lama, bahkan setelah situasi tersebut berakhir.
Seperti apa perilaku pasangan yang menerapkan silent treatment dalam hubungan asmara? Berikut beberapa contoh tindakan silent treatment.
- Tak mau menjelaskan kesalahan pasangan
- Memilih diam ketika terjadi masalah
- Mengabaikan pesan dan panggilan telepon dari pasangan
- Menolak untuk berbicara setelah berbuat kesalahan
- Menghindari kontak mata
Lalu, bagaimana cara mengatasi silent treatment? Penting untuk mencoba memahami penyebab di balik perilaku tersebut. Komunikasi terbuka dan jujur merupakan langkah pertama yang perlu diambil. Kuncinya adalah mau saling mendengarkan, menghormati perasaan satu sama lain, dan mencari solusi bersama.
Jika perlu, tak ada salahnya melibatkan konselor untuk membantu memecahkan masalah dan membangun kembali kepercayaan dalam hubungan.
Baca Juga
-
5 Destinasi Favorit Raisa saat Healing di Singapura, Bisa Jadi Ide Liburan Seru
-
Ide OOTD ala Film Petualangan Sherina 2, Gaya Simpel Anti Ribet
-
20 Kata-Kata Chat Romantis untuk Menyatakan Cinta, Dijamin Bikin Baper
-
8 Tanda Crush Juga Suka Kamu, Bukan Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
-
4 Cara Menjaga Kesehatan Skin Barrier, Pilih Produk Skincare yang Tepat
Terkini
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian