Dewiku.com - Kolak biji salak termasuk takjil atau menu buka puasa yang disukai banyak orang. Selain rasa manis dan tekstur biji salak yang kenyal, makanan ini juga menjadi favorit karena cukup mengenyangkan berkat penggunaan ubi sebagai bahan utama.
Konsumsi ubi jalar punya banyak manfaat untuk kesehatan. Ubi jalar tidak cuma membantu mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas, tetapi baik juga untuk peningkatan energi dan sistem kekebalan tubuh.
Ubi jalar pada dasarnya mempunyai rasa manis yang alami sehingga bisa dikonsumsi tanpa menambahkan gula. Walau demikian, tentu saja pengolahan salah satu sumber karbohidrat ini bisa disesuaikan dengan selera.
Resep Biji Salak untuk Berbuka Puasa
Bahan-bahan:
- 250 gram ubi jalar
- 100 gram tepung tapioka
- 24 gram gula
- Air gula rebusan
- 200 gram gula aren
- 400 gram air
- 3 lembar daun pandan
Cara membuat biji salak:
- Rebus ubi dalam air mendidih
- Setelah ubi matang dan empuk, tiriskan. Kupas kulitnya
- Haluskan ubi yang telah direbus
- Tambahkan tepung tapioka dan gula sedikit demi sedikit pada ubi yang sudah dihaluskan, sambil diuleni hingga kalis
- Bentuk adonan menjadi bulat-bulat sesuai selera
- Rebus biji salak bersama air gula Jawa
- Jika sudah terlihat mengapung, artinya biji salak sudah matang
- Tiriskan biji salak. Sajikan dengan kuah kolak.
Itulah resep biji salak yang bisa kamu coba di rumah. Selamat memasak!
Tag
Terkini
- Mindful Beauty: Menemukan Aroma yang Cocok untuk Ritme Hidup Urban
- Benarkah Manifesting Bisa Mengurangi Overthinking?
- Merawat Harapan Lewat Pelangi di Mars
- Masak Tetap Gurih Meski Garam Dikurangi? Ini Rahasia Pintar Para Moms!
- 10 Ide Menu Sahur Praktis: Rasanya Enaknya, Bikinnya Tanpa Ribet
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?