Dewiku.com - Ada berbagai mitos yang beredar tentang masalah batu ginjal. Salah satunya adalah konsumsi pain killer saat haid yang katanya bisa jadi penyebab batu ginjal. Di sisi lain, terdapat pula keyakinan bahwa air kelapa bisa menguraikan batu ginjal.
Mana yang benar? Spesialis Urologi Siloam ASRI, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, SpU-K, mengungkapkan, pain killer memang menjadi salah satu faktor penyebab ginjal rusak. Ini karena beberapa pain killer dimetabolisme di ginjal sehingga bisa merusak fungsinya.
"Semua pain killer, hati-hati bisa merusak ginjal karena sebagian besar pain killer dikeluarkan melalui ginjal. Hal itu memberatkan kerja ginjal," uajr sang dokter, dilansir dari Suara.com.
"Tapi ada pain killer yang dimetabolisme melalui hati, melalui usus, itu lebih aman buat ginjal. Jadi jenisnya, paling gampang paracetamol, gampang karena metabolisme di hati. Jadi kalau sakit ini, haid, minum aja paracetamol. Itu metabolisme di hati," lanjut dr. Nur.
Walau demikian, konsumsi paracetamol juga tidak bisa sembarangan, utamanya mereka yang memiliki masalah pada organ hati.
"Tentu harus diperhatikan tidak ada masalah hati. Jadi, kita dalam menggunakan obat itu harus tahu obat itu prosesnya bagaimana, dibuangnya lewat mana, sehingga aman dikonsumsi," terang dr. Nur.
Bagaimana dengan konsumsi air kelala yang disebut-sebut bagus untuk ginjal? Ternyata, kata dr. Nur, tidak ada pengaruh signifikan. Upaya mencegah batu ginjal sendiri tergantung pada asupan air sehari-hari. Jika konsumsi airnya cukup, mau jenis apa pun, bakal berdampak positif terhadap ginjal.
"Jadi, sebenarnya air kelapa mengandung kalium utamanya. Begitu orang yang sebenarnya malas minum, ketika dikasih air kelapa karena bisa menguraikan batu ginjal, jadi semangat meminumnya jadi banyak. Jadi sebenarnya (karena) volume airnya, jadi air apa pun aman saja," katanya menerangkan.
Dokter Nur lalu menambahkan, "Pada orang yang sudah terganggu fungsi ginjalnya, air kelapa malah bahaya karena kaliumnya tinggi. Orang yang terganggu fungsi ginjalnya kadang-kadang terganggu membuang kalium, nanti hiperkalium."
Baca Juga
Terkini
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari