Dewiku.com - Hipertensi disebut sebagai salah satu penyakit silent killer karena sering tidak menunjukkan gejala jangka panjang. Namun, penyakit ini dapat mengakibatkan komplikasi dan menyebabkan kematian.
Ancaman hipertensi semakin terasa di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Riset Kesehatan Dasar (2018) menyebutkan bahwa prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%, dengan orang-orang berusia 25- 44 tahun dan mereka yang tinggal di perkotaan memiliki risiko lebih tinggi.
Menurut Medical Underwriter Sequis, dr. Debora Aloina Ita Tarigan, penyebab utama naiknya tren hipertensi adalah praktik gaya hidup yang tidak sehat, seperti sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol, sering mengonsumsi junk food, kurang bergerak, kebiasaan merokok dan menggunakan vape, konsumsi alkohol berlebihan, jam tidur tidak teratur, dan stres.
Faktor lainnya adalah konsumsi obat penghilang rasa nyeri, pil kontrasepsi, obat penurun berat badan yang populer di kalangan milenial, dan zat-zat stimulan seperti nikotin yang dapat meningkatkan tekanan darah. Faktor genetik dan penuaan juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap hipertensi.
"Jika sudah terkena hipertensi, harus dikelola sebelum terjadi masalah kesehatan yang lebih serius. Cegah komplikasi dengan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan anjuran sesuai kondisi riwayat kesehatan," kata dr. Debora, dikutip dari siaran pers yang diterima Dewiku.com, Kamis (13/6/2024).
"Kepatuhan menjalankan pengobatan dengan konsumsi obat hipertensi sesuai dosis dan jadwal serta melakukan pemeriksaan secara berkala menjadi kunci untuk mengendalikan tekanan darah pada tingkat yang lebih baik. Jika tidak diobati dan dikelola, hipertensi dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal serta masalah kesehatan serius lainnya," imbuhnya.
Hipertensi cenderung tidak dapat sembuh, tetapi bisa dikontrol dengan mengonsumsi obat sesuai dosis dari dokter. Konsisten dan disiplin mengonsumsi obat sangat penting untuk memastikan efektivitasnya.
Sang dokter juga menyinggung pentingnya memiliki asuransi kesehatan. Jadi, ada jaminan bagi Tertanggung sehingga bisa mendapat perlindungan berupa penggantian biaya perawatan di rumah sakit, penggantian biaya obat hingga biaya pembedahan sesuai perjanjian polis. Apalagi, penyakit dan kematian adalah risiko yang tak terduga dan tidak bisa dihindari.
Sequis menghadirkan rangkaian produk asuransi kesehatan, salah satunya Sequis Q Infinite Medcare Rider Series Plan Lite. Ini adalah asuransi kesehatan tambahan yang memberikan manfaat rawat inap, rawat jalan, dan manfaat pelengkap yang melindungi Tertanggung dari risiko sakit dan/atau kecelakaan, serta memberikan limit tahunan sampai Rp10 miliar per tahun.
Baca Juga
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?