Dewiku.com - Tahun 2025 diperkirakan akan menjadi tahun penuh tantangan ekonomi bagi masyarakat Indonesia. Dengan ancaman inflasi yang terus berlanjut, kenaikan biaya hidup, serta ketidakpastian pendapatan dan lapangan kerja, perencanaan keuangan pribadi yang matang menjadi hal yang semakin penting.
Di tengah perubahan ekonomi global yang dinamis, Indonesia tidak terlepas dari dampaknya. Pada 2025, masyarakat diprediksi menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang signifikan. Risiko inflasi dan kenaikan biaya hidup menjadi perhatian utama, dengan harga kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan pendidikan yang diperkirakan terus meningkat. Daya beli masyarakat pun semakin tertekan.
Memasuki tahun 2025, Grant Thornton Indonesia menawarkan beberapa langkah strategis yang dapat diterapkan individu dalam mengelola keuangan pribadi. Dikutip dari siaran pers yang diterima Dewiku.com, Minggu (15/12/2024), berikut beberapa di antaranya:
Penting untuk memprioritaskan pengeluaran, mengurangi pemborosan, dan menyisihkan dana darurat yang mencukupi kebutuhan minimal selama 3-6 bulan.
2. Diversifikasi Investasi
Hindari menempatkan semua dana hanya pada satu jenis investasi. Kombinasikan aset berisiko rendah seperti deposito dengan investasi berisiko lebih tinggi namun berpotensi hasil besar seperti saham atau reksadana.
3. Lindungi Aset dengan Asuransi
Pastikan aset-aset penting terlindungi oleh asuransi, seperti kesehatan, properti, dan kendaraan pribadi. Tujuannya adalah bantu mengurangi beban keuangan akibat kejadian tak terduga.
4. Memperkuat Literasi Keuangan
Baca Juga
Tak ada salahnya memperkuat literasi keuangan. Pahami produk keuangan dan risiko yang terkait agar bisa mengambil keputusan lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi.
5. Rencana Keuangan Jangka Panjang
Fokus pada tujuan jangka panjang, misalnya dana pendidikan, pembelian rumah, atau pensiun, juga bisa membantu menjaga disiplin keuangan.
"Di tengah ketidakpastian ekonomi, penting bagi masyarakat untuk mengambil langkah-langkah proaktif dalam mengelola keuangan mereka. Perencanaan keuangan yang matang dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan adalah kunci untuk tetap stabil dan tangguh," ungkap Johanna Gani, CEO Grant Thornton Indonesia.
Menurutnya, keuangan yang sehat bukan hanya soal menabung, tetapi juga bagaimana mengelola risiko, merencanakan masa depan, dan membuat keputusan investasi yang bijaksana.
"Kami percaya bahwa dengan edukasi finansial yang baik, masyarakat dapat membuat keputusan keuangan yang lebih bijaksana dan mempersiapkan masa depan yang lebih cerah," tandasnya.
Terkini
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
Berita Terkait
-
Middle-Income Trap dan Solusi Generasi Muda: Sorotan Youth Economic Summit 2024
-
Survei: Perhiasan dan Tabungan Emas jadi Produk Investasi Favorit
-
Populasi Kelas Menengah Menyusut, Pahami Panduan Keuangan Praktis untuk Masa Depan Lebih Baik
-
5 Tips Siapkan Tabungan Pernikahan, Jangan Ragu Libatkan Pasangan