Dewiku.com - Filter wajah di media sosial yang dulunya cuma dianggap fitur tambahan yang lucu buat bikin hasil selfie jadi lebih menarik, belakangan ini berubah menjadi kebutuhan visual bagi banyak perempuan.
Wajah tirus, kulit bening tanpa pori-pori, bibir merona, hingga pencahayaan yang otomatis bikin glowing, semua bisa didapat dalam sekejap.
Namun, semakin sering digunakan, semakin banyak pula perempuan yang mulai merasa lelah. Bukan cuma secara mental, tapi juga secara emosional.
Fenomena ini dikenal dengan istilah filter fatigue, kondisi dimana seseorang merasa kelelahan karena terus-menerus merasa harus tampil sempurna dengan bantuan teknologi.
Fenomena ini nggak lepas dari kebiasaan di media sosial, di mana visual jadi alat utama buat mendapetkan validasi.
Konten dengan wajah glowing, kulit mulus, dan fitur yang “sempurna” biasanya lebih gampang dapet like, comment, dan engagement tinggi. Lama-lama, tanpa sadar, ini bikin pengguna yang tampil natural — tanpa filter — jadi ragu dan takut nggak dianggap menarik.
Filter Fatigue, Saat Wajah Sendiri Jadi Terasa Asing
Filter fatigue bukan cuma soal editan digital semata, tapi juga menyisakan tekanan psikologis yang nyata, terutama buat cewek-cewek muda. Mereka terus-terusan dihadapkan sama standar kecantikan digital yang nggak realistis—jauh dari kondisi kulit dan wajah manusia biasa.
Salah satu efek jangka panjang dari filter fatigue ini adalah terciptanya jarak antara seseorang dengan wajahnya sendiri. Ketika seseorang lebih sering melihat versi cantik digital, maka versi nyata di cermin bisa terasa asing.
Baca Juga
-
Emotional Dumping di Circle Pertemanan: Waspadai Batas Sehat Curhat ke Teman
-
Sindrom Fear of Better Options (FOBO), Kenapa Cewek Gen Z Susah Ambil Keputusan?
-
Risiko Kanker Perempuan Diam-Diam Ikut Naik Seiring Suhu Bumi yang Makin Panas
-
Psikolog Ungkap Alasan Kenapa Fenomena Ghosting Makin Lumrah di Kalangan Gen Z
-
OOTD Alyssa Daguise: Bukti Real Kalau Cantik Itu Nggak Harus Dandan All Out!
-
Cinta Lama Bersemi Lagi? Al Ghazali dan Alyssa Daguise Buktikan Balikan Nggak Selalu Gagal
Dalam banyak kasus, kondisi ini juga muncul dari rasa berbohong secara visual. Beberapa perempuan merasa bersalah ketika dipuji karena kecantikan yang sebenarnya dihasilkan filter, bukan penampilan asli mereka. Rasa bersalah ini bisa berkembang menjadi kecemasan sosial saat bertemu langsung di dunia nyata.
Menariknya, belakangan muncul gelombang kecil yang mencoba melawan tren ini. Beberapa influencer cewek justru tampil berani dengan posting foto tanpa filter, lengkap dengan caption jujur soal kondisi kulit asli mereka — dari jerawat, lingkar mata, sampai bekas luka.
Lewat gerakan ini, mereka mau nunjukin kalau tampil natural bukan aib, tapi bukti keberanian dan kepercayaan diri.
Tapi perjuangan ini nggak gampang. Di tengah algoritma yang lebih “sayang” sama foto-foto mulus dan sempurna, konten real tanpa filter sering banget tenggelam—jarang muncul di explore atau FYP.
Saatnya Stop, Nggak Harus Sempurna Terus
Filter fatigue ini sebenarnya jadi alarm penting — kasih sinyal bahwa ada yang nggak beres sama cara kita mandang media sosial dan tubuh sendiri.
Kalau sudah ngerasa capek harus selalu cantik, glowing, dan ‘on point’ di setiap postingan, berarti sudah waktunya sadar: tampil natural juga valid, layak, dan indah apa adanya.
Pakai filter itu sah-sah aja, kok. Tapi kalau sampai teknologi bikin kita lupa sama wajah asli sendiri, merasa kurang tanpa editan, atau malah insecure liat kaca — mungkin ini saatnya ambil jeda.
Soalnya, cantik yang sebenarnya bukan soal kulit mulus hasil filter, tapi soal nyaman sama diri sendiri meski tanpa polesan digital.
(Sifra Kezia)
Terkini
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian