Dewiku.com - Baru aja posting IG, udah capek milih filter, nulis caption catchy, mikirin angle biar aesthetic—eh lima menit kemudian malah dihapus sendiri. Alasannya? “Kayaknya kepedean deh”, “Duh caption-nya cringe nggak sih?”, atau “Kok like-nya dikit ya?”. Kalau kamu pernah ngalamin drama ini, tenang, kamu nggak sendiri.
Fenomena post-delete-repeat ini makin sering dialami cewek-cewek di era digital, apalagi di tengah tekanan tampil ‘sempurna’ di media sosial. Bukan soal kontennya jelek, tapi otak auto overthinking duluan. Kok bisa ya kita jadi kayak gini? Yuk, bahas bareng kenapa sindrom kecil ini makin rame di kalangan Gen Z!
Tekanan Tampil Perfect di Media Sosial
Media sosial, apalagi Instagram yang visualnya juara, emang sering bikin kita merasa harus tampil perfect setiap kali posting. Foto wajib aesthetic, caption harus catchy, dan bahkan jam posting pun dipikirin matang-matang biar dapat likes dan comment yang banyak. Nah, ini dia nih yang bikin tekanan jadi gede banget, padahal nggak ada yang maksa kita harus sesempurna itu.
Tekanan inilah yang sering bikin kita jadi ragu sama unggahan sendiri. Perasaan kayak "Duh, fotoku kurang bagus ya?", "Kok ini jadi kelihatan norak?", atau "Kok belum ada yang like sih?" suka muncul tiba-tiba. Padahal, tadinya udah pede banget pas mau upload.
Nah, pas rasa ragu itu nyerang, banyak dari kita yang akhirnya pilih jalan pintas: hapus posting-an itu. Padahal, ini bukan cuma soal kurang pede biasa, tapi bisa jadi cerminan adanya kecemasan sosial di dunia maya.
Perempuan seringkali lebih peka sama respons digital, mulai dari jumlah likes, komentar, sampai siapa aja yang lihat posting-an. Ini ada hubungannya sama kebutuhan kita untuk merasa diterima dan dinilai positif sama lingkungan, termasuk lingkungan online.
Banyak juga dari kita yang tanpa sadar bikin "citra" tertentu di medsos, selalu tampil happy, produktif, dan menarik. Nah, kalau ada posting-an yang dirasa nggak nyambung sama image itu, langsung deh muncul rasa nggak nyaman. Di sini, menghapus posting-an itu jadi semacam "perlindungan diri" biar nggak malu atau dinilai jelek sama orang lain.
Kalau kebiasaan ini dibiarin terus, lama-lama bisa ganggu rasa percaya diri kita, lho. Kita jadi makin susah puas sama apa yang kita tunjukkin, bahkan bisa takut buat jadi diri sendiri secara jujur. Ini bisa memicu siklus overthinking yang muter-muter setiap kali mau share sesuatu online.
Baca Juga
-
Pretty Girl Energy: Ketika Cantik Nggak Harus dari Skincare, Tapi dari Mindset!
-
Geng Cinta Hadir di Jakarta Fair 2025! Ikutan Flashmob dan Adu Puisi Bareng Idola Baru Kamu!
-
Tren Self Reward: Beneran Self-Love atau Cuma Alasan Boros Terselubung?
-
Nikita Willy Pamer Rutinitas Baby Nael: Goal Ibu Paripurna yang Bikin Insecure?
-
Iri Lihat Liburan Orang di IG? Hati-Hati Travel Envy, Begini Cara Ngadepinnya Biar Mental Tetap Sehat
-
Pop Mart Buka Toko Baru di Central Park! Ada Koleksi Eksklusif dan Playground Lucu untuk Hewan Peliharaan!
Fenomena ini ternyata bukan cuma dialami satu-dua orang. Dari beberapa penelitian, perempuan muda memang lebih sering ngerasain kecemasan gara-gara media sosial dibanding laki-laki. Banyak dari kita merasa harus selalu tampil sempurna karena terbiasa dapat tekanan sosial dari berbagai arah, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
Untungnya, sekarang makin banyak perempuan yang sadar pentingnya punya hubungan sehat sama media sosial. Ada yang pilih bikin private account biar bisa share tanpa beban. Ada juga yang mulai ngurangin waktu main medsos dan coba nggak terlalu mikirin penilaian orang lain.
Tips Anti Overthinking Saat Posting di Medsos
Mau posting tapi nggak mau overthinking? Coba deh tips ini:
- Tentukan Niatmu: Sebelum posting, tanya diri sendiri, "Aku posting ini buat apa ya? Buat berbagi momen, nyimpen kenangan, atau cuma cari validasi?" Jawaban ini bisa bantu kamu lebih yakin.
- Ingat! Medsos Bukan Segalanya: Jumlah likes, komentar, atau views itu bukan ukuran seberapa berharga dirimu. Nggak semua yang kamu share harus disukai banyak orang, kok.
- Stop Bandingin Diri: Feed orang lain mungkin kelihatan sempurna, tapi kamu nggak tahu cerita di baliknya. Fokus aja sama diri sendiri, jangan terpatok standar orang lain.
- Tunda Dulu Sebelum Hapus: Kalau tiba-tiba pengen hapus posting-an, coba kasih jeda beberapa jam. Siapa tahu, rasa overthinking-nya cuma muncul sesaat aja.
- Coba Akun Private atau Second Account: Kalau kamu merasa lebih nyaman berbagi lewat akun yang lebih tertutup, nggak ada salahnya. Di sana, kamu bisa jadi diri sendiri tanpa takut dinilai.
Pada akhirnya, media sosial itu seharusnya jadi tempat kita berekspresi, bukan malah jadi sumber kecemasan. Kamu nggak perlu kok selalu kelihatan sempurna buat merasa cukup. Posting boleh, ragu boleh, tapi jangan sampai rasa takut itu bikin kamu jadi nggak bisa nunjukkin siapa dirimu sebenarnya.
(Imelda Rosalina)
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?