Dewiku.com - Di era digital seperti sekarang, siapa sih yang nggak aktif di media sosial? Dari update story sampai debat isu terkini, semuanya bisa dilakukan lewat ponsel dalam genggaman. Dunia maya menawarkan ruang luas untuk berekspresi, berkarier, bahkan menemukan komunitas yang satu frekuensi. Tapi sayangnya, ruang ini belum sepenuhnya aman, terutama bagi perempuan.
Salah satu ancaman yang sering diremehkan tapi efeknya nyata adalah kekerasan verbal berbasis gender. Bukan cuma soal “dinyinyirin”, tapi bisa berupa komentar seksis, body shaming, pelecehan lisan, hingga meremehkan pendapat hanya karena kamu perempuan. Yang bikin miris, bentuknya kadang samar: dibungkus sarkasme, candaan, atau embel-embel “jangan baper ah”.
Padahal, dampaknya nggak bisa dianggap enteng. Banyak perempuan yang jadi korban akhirnya merasa cemas, stres, dan kehilangan kepercayaan diri. Beberapa bahkan memilih ‘menghilang’ dari media sosial karena nggak kuat menanggung komentar negatif yang terus berdatangan.
“Banyak perempuan merasa bersalah hanya karena menjadi diri sendiri,” tulis Gita.
Padahal, media sosial seharusnya jadi tempat yang aman dan setara untuk semua.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Rani Pramesti, aktivis digital dan penggagas kampanye #BersamaBicara.
“Komentar merendahkan itu bukan hal biasa. Itu bentuk kekerasan yang harus dilawan,” tegasnya.
Menurut Rani, sudah saatnya kita menciptakan budaya baru—di mana perempuan bisa bebas bersuara tanpa takut diintimidasi.
Tentu saja, tanggung jawab ini bukan cuma di pundak perempuan. Platform media sosial juga harus turun tangan. Akun-akun penyebar kebencian harus ditindak tegas, bukan malah dibiarkan viral. Edukasi digital juga penting—agar orang makin paham batasan, tahu cara berkomentar yang sehat, dan belajar empati di ruang maya.
Baca Juga
-
Cewek Nggak Wajib Menikah Umur 30! Ini Kata Yuki Kato yang Bisa Jadi Pegangan Hati Kamu
-
Tren Manifesting: Cara Halus Cewek Gen Z Ngatur Semesta Biar Nurut
-
Dibilang Hebat, Tapi Malah Nolak? Itu Bukan Rendah Hati, Tapi Imposter Syndrome
-
Film dan Series Netflix yang Bikin Cewek Mikir, Nangis, Terinspirasi: Pokoknya Harus Nonton!
-
Solo Dating: Tren Baru Cewek Kota Jalan Sendiri ke Kafe, Bioskop, dan Staycation, Berani Coba?
-
Nggak Ribut, Nggak Pamer, Tapi Tetap Menarik! 6 Ciri Quiet Confidence yang Jarang Disadari
Kita sebagai pengguna internet juga punya peran. Mulai dari tidak ikut menyebarkan komentar jahat, mendukung korban, sampai berpikir sebelum ngetik sesuatu yang bisa menyakiti orang lain. Sekecil apa pun, langkah itu bisa membawa perubahan.
Karena pada akhirnya, setiap orang—terutama perempuan—berhak merasa aman dan dihargai, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Jadi, yuk stop anggap kekerasan verbal sebagai hal sepele. Ini bukan cuma soal "baper", tapi soal hak setiap orang untuk didengar dan dihormati.
(Imelda Rosalina)
Terkini
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian