Dewiku.com - Sakit hati diselingkuhin wajar kok. Tapi bisa jadi, alasan kamu ditinggal bukan karena kamu kurang, justru karena kamu terlalu punya value buat dia. Salah satu yang sempat menyinggung hal ini adalah influencer Dilan Janiyar.
Dalam salah satu pernyataannya yang viral, Dilan bilang, “Kebanyakan perempuan bervalue ketika diselingkuhin itu lebih ke nggak terima, lebih ke malu, bukan sedih.”
Kalimat ini menohok, karena banyak perempuan akhirnya menyadari bahwa yang bikin sakit bukan sekadar pengkhianatannya, tapi harga diri yang seolah diinjak setelah dibangun dengan susah payah.
Lalu kenapa ya, cowok bisa mundur saat tahu ceweknya punya value yang tinggi?
Nggak semua cowok kayak gitu, sih. Tapi menurut Harvard Business Review, hal ini bisa terjadi karena faktor kompleks seperti norma sosial, rasa insecure, bahkan keinginan untuk tetap dominan dalam hubungan. Kalau udah merasa kalah duluan, beberapa cowok lebih pilih mundur daripada bertumbuh bareng.
Nah, setelah ini kita bakal bahas gimana caranya memperbaiki dan upgrade value diri sebagai perempuan, bukan buat dia, tapi buat kamu sendiri. Siap?
Cara Upgrade Value Diri sebagai Perempuan:
Jadi perempuan itu nggak gampang, apalagi di tengah standar tinggi dari lingkungan, media sosial, bahkan dari diri sendiri. Tapi, daripada sibuk memenuhi ekspektasi orang lain, kenapa nggak fokus naikin value diri sendiri dari dalam? Bukan semata soal pencapaian, tapi lebih ke menghargai siapa kamu sebenarnya.
Yuk, mulai pelan-pelan dari sini!
1. Terima Diri Sendiri Apa Adanya
Baca Juga
-
Vidi Aldiano Bikin Sheila Dara Sebel Gara-Gara Hal Sepele? Ini Cara Nerima Kekurangan Pasangan dengan Elegan
-
Bocoran Teori Squid Game Season 3: Siap-Siap Kaget, Plotnya Nggak Main-Main!
-
Avoskin Trail Run 2025: Tuntaskan Misi Sehat dan Hijau di Lereng Merapi
-
Gaji UMR Tapi Outfit Hermes: Fenomena Gaya Mewah di Tengah Tekanan Media Sosial
-
Definisi Cantik Maksimal Tanpa Usaha, Alyssa Daguise Disangka Mau Pergi Padahal Baru Bangun Tidur
-
Biar Nggak Di-Ghosting, Cara Bedain Cowok yang Cuma Penasaran Sama yang Beneran Jatuh Cinta
Salah satu langkah awal yang paling penting: self-acceptance. Sadar deh, semua orang pasti punya kekurangan. Daripada terus mikirin apa yang kurang dari kamu, coba fokus ke hal-hal yang jadi kekuatanmu. Jangan kejar kesempurnaan yang nggak realistis.
Kalau pikiran negatif mulai datang, tantang balik, yuk. Ubah omongan di kepala jadi afirmasi positif. Misalnya dari "Aku nggak cukup baik" jadi "Aku sedang berkembang, dan itu sudah cukup."
Dan satu hal penting: jangan terlalu keras sama diri sendiri. Kasih empati ke diri kamu, sama kayak kamu perhatian ke orang terdekat.
2. Belajar Pasang Batasan
Punya value juga artinya tahu batasan dan nggak takut ngomongin itu. Kalau ada hal yang nggak sesuai nilai atau bikin kamu capek mental, kamu berhak bilang "nggak".
Nggak semua harus diiyain. Kamu boleh punya batas untuk melindungi diri—baik fisik, emosional, maupun waktu.
3. Kelilingi Diri dengan Orang yang Mendukung
Lingkungan itu penting banget. Pastikan kamu dikelilingi orang-orang yang suportif, yang bikin kamu merasa cukup, bukan sebaliknya.
Kalau kamu lagi down atau bingung, jangan ragu cari bantuan dari teman, keluarga, atau profesional seperti psikolog. Kamu nggak harus ngadepin semuanya sendiri kok.
4. Rawat Diri, Bukan Cuma Penampilan Tapi Juga Mental
Self-care itu bukan cuma soal skincare. Tapi juga soal ngerawat tubuh dan pikiran. Coba mulai dari hal kecil yang kamu suka, entah itu baca buku, journaling, olahraga, nonton film favorit, atau sekadar rebahan tanpa rasa bersalah.
Jaga pola tidur, makan makanan bergizi, dan jangan lupakan waktu istirahat. Kalau kamu sehat luar dalam, percaya deh, auramu juga akan lebih positif.
Jangan lupa rayain hal-hal kecil. Naikin value diri nggak selalu soal prestasi besar, tapi tentang berkembang sedikit demi sedikit setiap hari.
5. Tantang Pikiran Negatif
Kadang kita ngerasa “aku gak cukup” hanya karena terbiasa mikir gitu. Coba kenali dulu pemicunya—apa yang bikin kamu tiba-tiba ngerasa gak percaya diri?
Setelah itu, coba ganti narasi negatif di kepala jadi afirmasi positif. Misalnya, dari “Aku jelek di foto ini” ke “Aku unik dengan caraku sendiri.”
Kalau pikiran mulai kusut, tarik napas dalam, meditasi, atau journaling juga bisa bantu pikiran lebih tenang dan jernih.
6. Terus Belajar dan Bertumbuh
Jangan pernah berhenti belajar, bahkan dari pengalaman sehari-hari. Kamu bisa ikut workshop, nonton video inspiratif, atau baca buku yang memantik pemikiran baru.
Semakin banyak kamu tahu dan alami, semakin kuat pula rasa percaya dirimu. Dan itu bisa jadi modal penting untuk jadi versi terbaik dirimu.
Intinya, membangun value sebagai perempuan itu bukan tentang jadi siapa-siapa, tapi tentang jadi dirimu sendiri yang lebih utuh, lebih bahagia, dan makin tahu apa yang kamu butuhkan.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?