Dewiku.com - Ketika publik dikejutkan oleh pengakuan Erika Carlina soal kehamilan di luar nikah, tak sedikit yang justru beralih fokus pada sosok sang kekasih saat ini, DJ Bravy. Alih-alih dihujat, DJ Bravy justru dibanjiri pujian karena tetap mau menjalin hubungan dengan Erika.
Erika Carlina memang sedang banyak disorot publik setelah mengakui dirinya tengah hamil di luar nikah. Namun DJ Bravy yang tetap mendukung dan mendampingi Erika dinilai “mau menerima” pasangan dalam kondisi yang dianggap nggak ideal oleh sebagian masyarakat.
Sayangnya, pujian yang tampak positif ini justru membuka perdebatan yang lebih dalam. Apakah ini bentuk dukungan sehat? Atau justru mencerminkan bias gender dan standar ganda dalam cara kita memandang relasi laki-laki dan perempuan?
Pacar Erika Carlina, DJ Bravy Banjir Pujian
Setelah Erika mengungkap status kehamilannya secara terbuka pada publik, dukungan orang-orang terdekat pun memancing rasa penasaran netizen, termasuk respons DJ Bravy. Kekasih baru Erika Carlina tersebut kedapatan terus memberi dukungan terbaiknya.
Dalam unggahan di akun media sosial pribadinya, DJ Bravy terlihat menunjukkan dukungan secara terang-terangan dengan menyertakan foto Erika Carlina.
“Stay strong baby. No matter what. Aku percaya Tuhan lg gak main2 pas nyiptain km. Kamu tenang aja, orang bauk tuh yang bantu semesta kok. As your man, i’m still with my words. I’ll always be your ‘every potition’ person. Kalo lg mau jalan bareng, aku di samping km. Kalo km lg butuh support, aku tepat di belakang km. Kalo km lagi diserang, aku yang akan di depan km. Semua akan indah pada waktunya kok. Sabar ya syg. I love you, always.” tulis DJ Bravy dalam Instagram story-nya.
Respons yang memperlihatkan ketulusan ini membuat sebagian besar netizen tersentuh dan menganggap Bravy sebagai lelaki sejati. Komentar seperti “cowok langka”, “respect banget sama Bravy”, hingga “mau nerima cewek yang lagi hamil, luar biasa” banyak membanjiri kolom komentar.
Bias Logika atau Standar Ganda?
Di sisi lain, nggak sedikit warganet yang mempertanyakan standar ganda dalam respons netizen terhadap DJ Bravy tersebut. Beberapa menyebut pujian itu berlebihan karena sebenarnya wajar saja pasangan memberi dukungan dalam keadaan apa pun hingga nggak perlu disanjung secara berlebihan.
Baca Juga
-
Erika Carlina Akui Hamil di Luar Nikah: Karier Makin Moncer atau Terancam?
-
Mikir Dulu Sebelum Selingkuh di Kantor, Biar Nggak Bernasib Kayak Andy Byron CEO Astronomer
-
Pakai Sepatu Ini, Lari Jadi Lebih Ngebut dan Fashionable!
-
Ikutan Luna Maya Mandi Tanpa Sabun Tapi Tetap Bersih? Coba 5 Rekomendasi Sabun Non-SLS Ini
-
Berburu Photocard K-Pop: Kenapa Cewek Rela "Gas Terus" Meski Peluang Cuma 0,01%?
-
Baru Jualan Donat, Pinkan Mambo Ngambek Dapat Review Pedas Food Vlogger: Kayak Odading!
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana standar sosial masih sering mengagungkan laki-laki yang menunjukkan empati atau keterbukaan dalam konteks hubungan, terutama saat menyangkut perempuan yang dianggap “bermasalah” secara norma.
Sebaliknya, perempuan yang melakukan hal serupa terhadap laki-laki dengan latar belakang kontroversial justru kerap dicibir. Ketimpangan persepsi sosial yang masih kuat ini menempatkan laki-laki sebagai pahlawan, sementara perempuan terus disaring lewat moralitas.
Logika emosional netizen juga semakin diombang-ambingkan standar ganda dan berujung pada pembentukan opini yang nggak adil, baik untuk perempuan maupun laki-laki. Respons atau unggahan yang menyentuh di media sosial akan menggeser fakta dan isu sosial yang utama.
Norma Sosial vs Realita Publik Figur
Terlepas dari skandal yang mencuat ini, hubungan Erika Carlina dan DJ Bravy juga bisa menjadi bahan refleksi mengenai norma sosial. Mulai dari stigma kehamilan di luar nikah hingga bagaimana masyarakat memandang relasi publik figur.
Di era keterbukaan informasi, kisah asmara selebritas nggak hanya menjadi hiburan, tapi juga cerminan nilai-nilai yang masih dipegang atau diperdebatkan oleh masyarakat. Perilaku dan respons mereka akan mendorong penilaian masyarakat yang nggak selalu bisa diprediksi.
Lalu, apakah ini bentuk dukungan positif terhadap pasangan muda yang berani bertanggung jawab? Ataukah justru memperlihatkan standar moral yang masih bias gender? Pada akhirnya semua kembali pada mindset dan latar belakang pengalaman sosial yang mendorong pilihan untuk menormalisasi isu tertentu.
Tag
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?