Dewiku.com - Siapa bilang jadi single mom bikin kamu sulit diterima oleh keluarga pasangan baru? Nyatanya, Jennifer Coppen justru membuktikan bahwa status sebagai ibu tunggal bukan halangan untuk mendapatkan kasih sayang dan penerimaan yang tulus.
Baru-baru ini, Jennifer membagikan momen liburannya ke Belanda bersama sang putri, Kamari Sky Wassink. Tapi bukan cuma sekadar jalan-jalan biasa, perjalanan kali ini juga menjadi momen istimewa karena mereka bertemu dengan keluarga pesepakbola Justin Hubner.
Kedatangan Jennifer dan Kamari ke kampung halaman Justin disambut dengan hangat oleh keluarganya. Dalam beberapa unggahan yang beredar, terlihat jelas bagaimana hangat dan akrabnya interaksi antara Kamari dengan keluarga Justin mulai dari sang ibu, Brigitte Hubner, hingga saudara-saudaranya.
Salah satu momen yang menyentuh adalah ketika Brigitte menyiapkan buah potong untuk Kamari dan Justin, lalu membagikannya di Instagram Story sambil menuliskan, “For Kamari and Juca.”
Kedekatan yang terjalin pun sukses bikin netizen ikut tersentuh. Banyak yang memuji sikap keluarga Justin yang memperlakukan Jennifer dan Kamari dengan penuh cinta dan tanpa jarak.
Momen ini memberi inspirasi tersendiri bagi para single mom di luar sana bahwa membangun keluarga baru yang harmonis tetap sangat mungkin dilakukan, asal dilandasi ketulusan dan keterbukaan dari kedua belah pihak.
Kalau kamu juga sedang dekat dengan calon pasangan yang punya keluarga baru, habis ini kita bakal bahas beberapa hal penting yang bisa membantu kamu lebih mudah diterima. Siapa tahu, kisahmu bisa sehangat momen Jennifer, Kamari, dan keluarga Justin.
Hal yang Bisa Mempengaruhi Penerimaan Single Mom di Keluarga Baru
Pertama, penting untuk memahami bahwa kesiapan keluarga pasangan baru sangat berpengaruh. Apakah mereka terbuka menerima single mom dan anak-anaknya? Apakah mereka pernah punya pengalaman serupa atau justru ini hal baru buat mereka?
Keterbukaan dan komunikasi juga nggak kalah penting. Kalau keluarga pasangan bisa terbuka membahas harapan, perbedaan nilai, sampai gaya hidup yang berbeda, maka proses penyesuaian bisa jauh lebih lancar.
Baca Juga
-
Zombie Balik Lagi! All of Us Are Dead Season 2 Resmi Digarap: Ini yang Bikin Antusias!
-
Gen Z dan 3 Kebohongan Digital: Terlihat Oke, Padahal Rapuh?
-
Parenting ala Natasha Rizky: Ikut Main Roblox Demi Jagain Anak dari Bahaya Game Online
-
Konser Mini di Rapat Dewan? Aksi Melly dan Giring Bikin Heboh!
-
Mertua Goals: Dona Harun Minta Izin Mantu Sebelum Kasih Gadget ke Cucu
-
Hamil di Luar Nikah Bukan Akhir Dunia, Ini Cara Hadapin Badai Emosi Tanpa Nyerah
Lalu, jangan lupakan faktor usia anak. Anak-anak yang masih kecil biasanya lebih mudah diajak beradaptasi. Tapi untuk anak yang lebih besar dan sudah punya hubungan kuat dengan ayah kandungnya, mungkin butuh waktu dan pendekatan khusus.
Sifat atau karakter anak juga punya pengaruh. Anak yang terbuka, ramah, dan mudah bergaul biasanya lebih mudah diterima. Tapi tentu, dukungan dari sang ibu juga krusial. Seorang single mom perlu memperlihatkan bahwa ia juga mau membangun hubungan baik dan terbuka terhadap keluarganya yang baru.
Dan yang nggak kalah penting, peran single mom dalam keluarga barunya harus jelas. Termasuk bagaimana peran pasangan barunya dalam membesarkan anak-anak. Semua ini perlu disepakati agar tidak menimbulkan kebingungan atau konflik di kemudian hari.
Tips Membangun Penerimaan di Keluarga Baru
Supaya proses penerimaan bisa berjalan lebih mulus, beberapa tips ini bisa kamu terapkan:
- Komunikasi Lebih Terbuka dan Nyaman
Ngobrol dari hati ke hati dengan pasangan dan keluarganya. Bahas harapan, kekhawatiran, dan batasan yang mungkin ada.
- Coba Libatkan Anak
Kenalkan anak secara bertahap kepada keluarga pasangan. Ajak mereka dalam kegiatan bareng supaya mulai terasa nyaman.
- Semua Butuh Waktu
Nggak semua orang bisa langsung cocok. Beri waktu untuk semuanya beradaptasi.
- Hormati Perbedaan
Setiap keluarga punya nilai dan cara hidupnya sendiri. Belajar untuk saling menghargai perbedaan itu penting banget.
- Kalau Bingung Coba Cari Dukungan
Kalau merasa butuh bantuan, jangan ragu untuk konsultasi dengan konselor keluarga. Kadang, bantuan dari pihak ketiga bisa sangat membantu.
- Fokus pada Kebaikan Bersama
Cari titik temu. Misalnya, nilai-nilai keluarga atau mimpi bersama yang ingin diwujudkan.
- Jangan Lupa Buat Jaga Emosi
Tetap tenang dan hindari konflik yang nggak perlu. Emosi yang stabil bisa membuat suasana lebih nyaman.
- Bersikap Fleksibel
Nggak semua hal akan berjalan sesuai rencana. Belajar menyesuaikan diri itu kuncinya.
Jadi, meskipun perjalanan membangun keluarga baru sebagai single mom bukanlah hal yang mudah, bukan berarti itu nggak mungkin. Dengan komunikasi yang sehat, waktu, kesabaran, dan keinginan untuk tumbuh bersama, kamu bisa menciptakan keluarga yang penuh cinta dan pengertian.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?