Dewiku.com - Belum lama ini, seorang perempuan membagikan kisah sedihnya setelah mengalami keguguran di TikTok. Dalam video tersebut, ia mengungkapkan hubungannya dengan suami mulai renggang setelah kehilangan sang jabang bayi.
Ternyata, banyak pasangan lain juga mengalami hal serupa. Baik istri maupun suami seringkali menghindari percakapan soal keguguran, membuat masing-masing merasa terisolasi dan kesepian dalam proses berduka.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Bicara?
Banyak orang bingung kapan harus bicara setelah keguguran. Menurut Psychology Today, ini karena keguguran sering dianggap sekadar peristiwa medis, bukan kehilangan pribadi. Akibatnya, perasaan tertahan dan rasa bersalah muncul pada diri sendiri.
Padahal, bicara soal perasaan itu penting. Percakapan yang jujur dan penuh kasih bisa memberi ruang bagi kesedihan keluar dan sekaligus memperkuat ikatan emosional dengan pasangan.
Tips Melewati Duka Bersama Pasangan
1. Obrolan Jujur
Tanyakan pada pasangan bagaimana perasaannya, dan ceritakan juga perasaanmu. Jangan takut mengekspresikan sedih, marah, atau kecewa. Setiap orang punya cara berbeda melewati duka, dan itu normal.
2. Jangan Berasumsi
Hindari menebak perasaan pasangan. Lebih baik hadapi proses ini bersama, sehingga beban tidak dipikul sendiri.
Baca Juga
-
Andre Taulany Sebut Pernikahan Itu Isinya Ngobrol: Gimana Supaya Obrolan Sama Pasangan Tetap Seru?
-
Zara Qairina, 13 Tahun, dan Kisah Perundungan yang Harus Didengar Dunia
-
Anti Ribet! 5 Rekomendasi Makeup Remover Wipes Praktis yang Bisa Dibawa ke Mana Saja
-
Mau Jadi Owner Bisnis Skincare? 5 Langkah Bangun Brand Sendiri Meski Nggak Punya Pabrik
-
Bikin Wajah Tirus Sekejap, Tapi Risiko Besar Mengintai: Fakta di Balik Tren Buccal Fat Removal!
-
Halal Saja Nggak Cukup, Ini Pentingnya Pasangan Muda Punya Visi Bersama Biar Pernikahan Awet
3. Dukungan dari Orang Lain
Jika ingin berbagi dengan teman atau keluarga, pilih orang yang mendukung dan memahami emosi kamu, bukan yang mudah menghakimi atau memberi komentar seperti:
- “Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan”
- “Setidaknya kamu bisa hamil lagi”
- “Kamu akan segera punya bayi lagi”
Sebagai gantinya, kamu bisa bilang: “Aku di sini untukmu” atau “Ini pasti sulit, bagaimana aku bisa membantu?”
4. Tetap Terhubung Meski Memendam
Kalau tipe orang yang cenderung memendam kesedihan, tetap penting untuk komunikasi dengan pasangan atau orang terdekat. Bicara soal keguguran bukan hanya tentang kehilangan, tapi juga proses penyembuhan.
5. Berikan Ruang dan Kesabaran
Setiap orang memerlukan waktu berbeda untuk pulih. Bersabarlah dengan diri sendiri dan pasangan. Kadang, hanya dengan mendengarkan, kamu sudah membantu pasangan melewati duka.
Melewati masa sulit ini tidak harus sendiri. Dukungan pasangan, teman, atau keluarga bisa membuat proses berduka lebih ringan dan membuat hubungan semakin dekat. Ingat, kehilangan itu berat, tapi kamu tidak pernah sendiri.
(Himayatul Azizah)
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?