Dewiku.com - Beberapa waktu lalu muncul video viral media sosial tentang tren unik nan nyeleneh, yaitu nyetrika rame-rame bareng tetangga komplek. Kegiatan sederhana yang biasanya jadi rutinitas membosankan di rumah, tiba-tiba berubah jadi ajang kebersamaan asyik.
Ada yang menganggap ide ini sebagai bentuk kreativitas warga untuk mempererat hubungan sosial. Namun, nggak sedikit juga yang menilai hal tersebut justru bisa jadi pemicu pemborosan listrik dan waktu.
Entah sebenarnya kegiatan ini lebih tepat disebut inspirasi atau justru awal pemborosan, tapi yang jelas ide dan kreativitasnya layak diapresiasi. Terlebih aktivitas menyetrika baju sering kali terasa membosankan buat dilakukan sendirian.
Fenomena Nyetrika Rame-rame, Serius atau Cuma Candaan?
Dalam video yang viral di berbagai platform, terlihat sekelompok ibu-ibu komplek membawa setrikaan masing-masing, lalu berkumpul di satu rumah. Mereka saling bercanda, ngobrol, bahkan bikin kudapan ringan sambil menyetrika baju.
Sekilas, suasana terlihat seru dan penuh tawa. Namun di balik itu, netizen terbelah. Ada yang kagum dengan kekompakan warga, ada pula yang menganggap kegiatan ini hanya buang-buang energi karena setrikaan yang digunakan jumlahnya banyak sekaligus.
Meski menuai pro-kontra, nyetrika rame-rame ternyata juga punya sisi positif yang bisa dijadikan inspirasi. Berikut beberapa di antaranya.
1. Mengurangi Rasa Jenuh
Nyetrika biasanya dianggap pekerjaan rumah paling membosankan. Dengan adanya aktivitas bersama semacam ini, rutinitas urusan domestik rumah ini tangga bisa berubah jadi lebih menyenangkan.
Baca Juga
-
Alyssa Daguise Bakal Stop Al Ghazali di Ring: Jangan Sampe Suami Ganteng Kena Pukulan!
-
Bukan Tampan atau Cantik, Tapi Nyaman! Pelajaran Cinta dari Serial Netflix Better Late Than Single
-
Jangan Selalu Jadi Orang Baik! 8 Situasi yang Butuh Kamu Pasang Batas
-
Setia di Tengah Badai: Ririn Dwi Ariyanti Tak Tinggalkan Jonathan Frizzy Meski Terjerat Kasus Hukum
-
Hidup di Era AI: Anak Harus Dibekali Skill Kritis, Kreatif, dan Bijak
-
Viral! Mirjeta Bocah Bule Blasteran yang Kuasai Banyak Bahasa, Termasuk Jawa Medok
2. Membangun Kebersamaan
Berkumpul dengan tetangga sambil melakukan aktivitas produktif bisa mempererat tali silaturahmi. Apalagi kalau diselingi obrolan ringan, kegiatan jadi terasa lebih cepat selesai, termasuk nyetrika baju.
3. Menghadirkan Kreativitas Baru
Siapa sangka pekerjaan rumah bisa dikreasikan jadi acara komunitas yang bikin heboh media sosial? Dari sini terlihat kalau kreativitas bisa muncul dari hal-hal sederhana.
Risiko dan Sisi Negatif: Antara Pemborosan dan Efisiensi
Namun, tentu saja kegiatan semacam ini juga punya sisi minus yang perlu diperhatikan. Ada risiko dan sisi negatif yang muncul seolah membenturkan kepentingan efisiensi dan pemborosan.
1. Konsumsi Listrik yang Lebih Tinggi
Menyalakan banyak setrikaan sekaligus di satu rumah jelas bisa bikin tagihan listrik melonjak. Selain itu, risiko korsleting juga mungkin terjadi kalau instalasi listrik nggak memadai.
2. Efisiensi Waktu Dipertanyakan
Alih-alih cepat selesai, kegiatan nyetrika bareng ini justru bisa memakan waktu lebih lama karena terlalu banyak interaksi sosial dibanding fokus menyelesaikan pekerjaan. Setrikaan selesai sih, tapi ngobrolnya malah jadi lama.
3. Potensi Jadi Tren Konsumtif
Kalau diteruskan tanpa pertimbangan, bisa jadi tren ini malah membuat orang mengutamakan gaya dibanding fungsi. Alih-alih hemat waktu, justru bikin boros energi dan biaya.
Inspirasi atau Awal Pemborosan?
Fenomena nyetrika rame-rame bareng tetangga komplek membuktikan kalau masyarakat Indonesia punya kreativitas tanpa batas, bahkan dari aktivitas sepele seperti menyetrika baju. Meski menghibur, kegiatan ini juga menimbulkan pertanyaan soal efisiensi energi dan waktu.
Menentukan apakah kegiatan nyetrika rame-rame ini inspirasi atau pemborosan sebenarnya tergantung sudut pandang. Kalau dilihat dari sisi sosial, ini bisa jadi contoh seru bagaimana pekerjaan rumah bisa dikemas jadi acara kebersamaan.
Tapi dari sisi efisiensi dan energi, kegiatan ini berpotensi jadi awal pemborosan kalau nggak diatur dengan baik. Jadi, sebenarnya sah-sah saja dilakukan sesekali buat ganti suasana. Namun, apakah ini sekadar ide lucu untuk konten media sosial, atau benar-benar bisa jadi kebiasaan baru?
Semua kembali pada bagaimana masyarakat menilai dan mempraktikkannya. Yang jelas, tren ini mengingatkan kita kalau dalam hidup bermasyarakat, arti kebersamaan bisa hadir dari hal paling sederhana.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?