Dewiku.com - Publik lagi heboh setelah North West, putri dari Kim Kardashian, tampil di Roma dengan outfit yang dinilai terlalu dewasa untuk anak seusianya. Bocah 12 tahun itu terlihat memakai mini skirt super pendek dan atasan korset tanpa tali, gaya yang biasanya dipakai orang dewasa.
Penampilan ini langsung menuai kritik netizen. Banyak yang nyinyir ke Kim Kardashian karena dianggap kurang bijak membiarkan anaknya berbusana seperti itu. Menurut mereka, North seharusnya masih tampil dengan gaya anak-anak yang polos, bukan dengan outfit yang terlalu menonjolkan kesan dewasa.
Komentar negatif pun membanjiri media sosial. Sebagian besar merasa penampilan North menghilangkan kepolosan masa kecil dan bisa berdampak buruk pada tumbuh kembangnya. Dari kasus ini, banyak yang akhirnya menyoroti betapa pentingnya memilih pakaian sesuai usia, apalagi untuk anak-anak.
Pentingnya Memilih Baju Sesuai Usia Anak
Pakaian buat anak-anak bukan sekadar urusan gaya, tapi juga soal kenyamanan. Baju yang pas dengan usia dan ukuran mereka bikin anak bisa bebas bergerak tanpa merasa tertekan atau iritasi kulit. Kalau bajunya terlalu ketat atau longgar, anak jadi gak nyaman dan bisa rewel.
Selain nyaman, faktor pertumbuhan dan perkembangan juga penting banget. Baju yang pas memberi ruang gerak yang cukup untuk aktivitas fisik sehari-hari. Bayangin kalau baju anak terlalu ketat, bisa-bisa sirkulasi darah dan oksigen terhambat. Itu jelas berbahaya buat pertumbuhan tulang, otot, dan organ tubuh mereka.
Baju juga punya dampak ke sisi psikologis dan sosial anak. Pakaian yang sesuai usia bisa bantu anak lebih percaya diri dan mengekspresikan diri secara sehat. Sebaliknya, kalau anak dipakaikan outfit yang gak pantas, mereka bisa jadi bahan cibiran dan malah bikin minder.
Faktor terakhir yang gak kalah penting adalah keselamatan. Pakaian yang terlalu longgar, ketat, atau punya aksesori berbahaya bisa bikin anak berisiko cedera. Jadi, memilih pakaian anak sebenarnya bukan cuma urusan penampilan, tapi juga menyangkut kesehatan, perkembangan emosional, sampai keselamatan mereka.
Hambatan dari Pakaian yang Terlalu Ketat
Salah satu masalah utama kalau anak sering dipakaikan baju ketat adalah bisa mengganggu sirkulasi darah dan oksigen. Tekanan dari pakaian yang menempel terlalu erat bikin aliran nutrisi ke tubuh gak optimal, padahal itu penting buat tumbuh kembang.
Baca Juga
-
Perjalanan Cinta Billy Syahputra dan Vika Kolesnaya, Kini Menanti Buah Hati Pertama
-
Mau Tahu Seseorang Toxic atau Nggak? Coba Lihat di Momen Sepele Ini
-
Belajar Seks Bisa Seru, Guru Ini Kasih Contoh Lewat Lagu dan Nyanyianp
-
Curhat Netizen: Kenapa Standar Sosial Selalu Memihak Laki-Laki dan Menekan Perempuan?
-
Realita Perempuan Modern: Aktris Sekelas Jun Ji Hyun Juga Bisa Overthinking soal Karier dan Anak
-
Bukan Cacingan, Balita Sukabumi Meninggal karena Sepsis: Alarm Bahaya Malnutrisi dan Stunting
Selain itu, baju ketat juga membatasi ruang gerak anak. Mereka jadi susah bebas bergerak, padahal aktivitas fisik kayak lari, lompat, dan main itu kunci penting buat perkembangan motorik.
Dalam jangka panjang, kebiasaan pakai baju ketat juga bisa memicu masalah kesehatan serius. Mulai dari gangguan pernapasan, kelainan postur tubuh, sampai masalah otot dan tulang. Belum lagi risiko iritasi kulit, infeksi, atau gangguan lain karena sirkulasi udara di kulit terhambat.
Itulah kenapa penting banget orang tua lebih aware dalam memilih pakaian untuk anak. Gak harus mahal, yang penting nyaman, aman, dan sesuai usia supaya anak bisa tumbuh sehat dan percaya diri.
Kasus North West bisa jadi pengingat buat orang tua di seluruh dunia bahwa pakaian anak bukan cuma soal gaya atau tren, tapi punya dampak besar ke tumbuh kembang mereka. Memilih outfit sesuai usia berarti menjaga kenyamanan, kesehatan, perkembangan psikologis, dan juga keselamatan anak.
Anak-anak masih butuh ruang untuk tumbuh alami, bebas bergerak, dan tampil sesuai usianya. Jadi, yuk lebih bijak dalam memilihkan pakaian buat si kecil supaya mereka bisa berkembang sehat, percaya diri, dan tetap menikmati masa kecil mereka dengan wajar.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?