Dewiku.com - Kabar pertunangan Taylor Swift dan Travis Kelce sukses bikin dunia maya geger. Nama keduanya langsung jadi trending, ramai dicari di Google, dan jadi topik hangat di berbagai media sosial. Rasanya hampir semua orang ingin ikut merayakan momen manis pasangan ini.
Hebohnya lagi, bahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sampai ikut berkomentar soal kabar pertunangan pelantun Cruel Summer itu. Reaksi publik makin tak terbendung, sampai ada cerita unik yang bikin publik ngakak sekaligus geleng-geleng kepala.
Sebuah akun di media sosial membagikan momen dosennya membatalkan kelas hanya karena kabar pertunangan Taylor dan Travis.
“Halo, kelas. Seperti yang kalian tahu, kita seharusnya ujian tengah semester biokimia hari ini, tapi… Taylor dan Travis baru saja bertunangan!” ucap sang dosen dengan nada serius sekaligus heboh.
Tak berhenti di situ, dosen tersebut bahkan menampilkan unggahan Instagram Taylor Swift yang memperlihatkan potret pertunangan di layar proyektor kelas. Alih-alih fokus ke ujian, suasana kelas langsung pecah penuh euforia.
Karena suasana sudah tak kondusif, sang dosen akhirnya berkata, “Gara-gara informasi ini, aku jadi nggak fokus, kalian semua juga nggak bisa fokus. Kelas dibatalkan! Keluar dari sini! Kita harus pergi.”
Para mahasiswa pun bersorak gembira, memanfaatkan momen langka ini dengan ekspresi kegirangan.
Lucu banget ya? Tapi dari sini kita juga bisa bertanya-tanya, apakah kabar idola memang bisa sampai segitunya memengaruhi mood penggemar? Nah, fenomena ini ada istilahnya, lho, yaitu celebrity worship syndrome. Yuk, habis ini kita bahas lebih dalam.
Celebrity Worship Syndrome, Kagum ke Idola Bisa Jadi Obsesi?
Baca Juga
-
Drama Finansial Rumah Tangga, Mantan Istri Eks Dirut Taspen Kosasih Bongkar Fakta di Persidangan Korupsi
-
Ketika Jadi Ibu, Emosi Perempuan Ikut Berevolusi: Dulu Lembut Sekarang Galak?
-
Dulu Cuma Game Anak, Sekarang Roblox Jadi Fenomena Global Pop Culture
-
Kebun Binatang Ragunan Berbenah, Bakal jadi Destinasi Wisata Alam yang Modern dan Nyaman
-
Cantik dan Peduli Bumi, Begini Cara Perempuan Pakai Skincare yang Ramah Lingkungan
-
Film Rangga dan Cinta Go Internasional, Bakal Tayang di BIFF 2025 Korea Selatan
Siapa sih yang nggak punya idola? Rasanya hampir semua orang pasti punya sosok yang dikagumi, entah itu aktor, musisi, atlet, atau bahkan influencer. Mengidolakan seseorang memang wajar, apalagi kalau sosok itu bisa bikin kita termotivasi dan merasa bahagia.
Tapi, kalau kekaguman ini berubah jadi obsesi sampai mengganggu kehidupan sehari-hari, hati-hati, bisa jadi itu tanda Celebrity Worship Syndrome (CWS).
Apa Itu Celebrity Worship Syndrome?
CWS adalah kondisi psikologis ketika seseorang punya ketertarikan ekstrem terhadap selebriti atau tokoh terkenal. Penderitanya bisa sampai mengabaikan kehidupan pribadi, menghabiskan waktu dan uang hanya untuk mengikuti idola, bahkan kondisi mental mereka bisa dipengaruhi banget oleh apa pun yang dilakukan sang idola.
Fenomena ini erat kaitannya dengan parasocial relationship (hubungan sepihak antara penggemar dan idola) dan halo effect (cenderung melihat idola selalu sempurna).
Dampak Positif dari Mengidolakan Seseorang
Meski begitu, punya idola bukan berarti buruk. Kalau porsinya tepat, justru ada banyak manfaat yang bisa dirasakan, misalnya:
- Motivasi dan Inspirasi: Kesuksesan idola bisa bikin penggemar lebih semangat mengejar mimpi dan meningkatkan diri.
- Sumber Kebahagiaan: Kehadiran idola sering jadi penyemangat di saat kita lagi down.
- Dukungan Sosial: Komunitas fandom bisa jadi support system yang positif dan saling mendukung.
- Pengaruh Gaya Hidup: Idola yang punya gaya hidup sehat atau peduli pendidikan bisa menginspirasi penggemar untuk melakukan hal serupa.
Risiko Obsesi yang Perlu Diwaspadai
Sayangnya, kalau sudah berlebihan, mengidolakan seseorang bisa berdampak buruk. Beberapa risikonya antara lain:
- Celebrity Worship Syndrome: Obsesi ekstrem yang bisa memicu kecemasan atau depresi.
- Parasocial Relationship: Terjebak pada perasaan dekat dengan idola, padahal hubungannya sepihak.
- Halo Effect: Menganggap idola selalu benar dan sempurna tanpa melihat sisi lain.
- Gangguan Emosional: Merasa kecewa berlebihan kalau idola berbuat salah, bahkan bisa menimbulkan trauma.
- Gangguan Perilaku: Bisa sampai melakukan hal ekstrem, seperti menguntit atau menyerang orang yang mengkritik idola.
Menjaga Keseimbangan Itu Penting
Agar tetap sehat secara emosional, penting untuk tahu batasan saat mengidolakan seseorang. Ingat, hubungan dengan idola itu sepihak, jadi jangan sampai lupa fokus pada kehidupan sendiri.
Nikmati karya mereka sewajarnya, belanjakan uang dengan bijak, dan tetap luangkan waktu untuk diri sendiri, hobi, serta orang-orang terdekat.
Pada akhirnya, mengidolakan seseorang sah-sah saja selama nggak bikin kita kehilangan kendali atas hidup sendiri. Jadi, kagum boleh, tapi jangan sampai obsesi ya!
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?