Minggu, 04 Oktober 2026
Vania Rossa : Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:26 WIB

dewiku.com - Setiap orang ternyata punya gaya sendiri saat bepergian. Ada yang baru membuka aplikasi memesan transportasi ketika sudah siap berangkat. Ada pula yang merasa lebih nyaman kalau kendaraan, waktu keberangkatan, bahkan perjalanan pulang sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari.

Belum lagi kebutuhan di tengah perjalanan yang bisa berbeda. Pergi ke kantor tentu tidak sama dengan mengejar penerbangan pagi, menghadiri beberapa agenda dalam sehari, atau sekadar mengirim barang ke tempat lain.

Karena itu, memilih kendaraan sekarang bukan cuma perkara “mau naik apa?”. Ada banyak hal yang ikut dipertimbangkan, mulai dari waktu, tujuan, jumlah barang yang dibawa, durasi perjalanan, sampai seberapa banyak hal yang ingin diatur sendiri.

Perubahan kebiasaan ini ikut mendorong layanan mobilitas menjadi semakin personal. Studi ASEAN Consumer Sentiment Study 2024 yang dilakukan UOB dan BCG mencatat, 84 persen konsumen Indonesia memilih personalized offers. Sebanyak 65 persen di antaranya memilih menerima penawaran tersebut melalui aplikasi mobile.

Angka tersebut menggambarkan kebiasaan konsumen yang semakin terbiasa mendapatkan pengalaman digital sesuai kebutuhan masing-masing. Dalam urusan bepergian, personalisasi bisa berarti sederhana: punya lebih banyak pilihan dan bisa menentukan sendiri mana yang paling cocok untuk perjalanan hari itu.

Satu Orang, Bisa Punya Banyak Cara Bepergian

Kita mungkin punya kendaraan atau layanan transportasi favorit, tetapi bukan berarti menggunakannya untuk semua kebutuhan.

Saat harus ke bandara, misalnya, waktu dan kepastian perjalanan menjadi pertimbangan penting. Ketika harus menjalani aktivitas seharian di beberapa lokasi, menyewa mobil mungkin terasa lebih praktis. Sementara untuk perjalanan singkat, pilihan taksi yang tersedia di sekitar lokasi bisa menjadi solusi.

Pola seperti inilah yang kemudian membuat aplikasi mobilitas berkembang. Bukan lagi sekadar tempat memesan kendaraan, melainkan ruang untuk memilih berbagai layanan sesuai kebutuhan.

MyBluebird, misalnya, kini dikembangkan sebagai akses digital ke beragam pilihan mobilitas. Perubahan tersebut juga membuat pemesanan perjalanan bisa dilakukan dengan cara yang lebih fleksibel.

Salah satunya melalui fitur Multi-Select. Pengguna dapat memilih lebih dari satu jenis layanan taksi dalam satu kali pemesanan. Armada terdekat kemudian ditugaskan untuk menjemput.

Untuk perjalanan dari atau menuju bandara, tersedia Airport Transfer dengan armada Goldenbird. Pengguna dapat memilih tipe kendaraan sesuai kebutuhan, dengan biaya tol yang sudah termasuk dalam tarif. Nomor penerbangan juga bisa dihubungkan untuk membantu perencanaan perjalanan.

Sementara itu, mereka yang membutuhkan kendaraan untuk waktu lebih lama dapat memanfaatkan fitur Rent. Pilihan armada Goldenbird dan estimasi biaya dapat dilihat melalui aplikasi sebelum melakukan reservasi, baik untuk kebutuhan hourly maupun daily.

Mau Spontan, Bisa. Mau Terencana, Juga Bisa.

Menariknya, fleksibilitas bukan hanya soal banyaknya pilihan kendaraan. Cara memesan pun bisa disesuaikan dengan kebiasaan pengguna.

Bagi orang yang suka membuat itinerary jauh-jauh hari, fitur Advance Booking memungkinkan perjalanan dipesan lebih awal. Ada pula Fixed Price bagi pengguna yang ingin mengetahui harga perjalanan secara pasti.

Untuk pembayaran, tersedia Multi-Payment dengan berbagai pilihan metode. Salah satunya EZPay yang memungkinkan pembayaran nontunai meski pengguna mendapatkan taksi langsung dari jalan atau pangkalan.

Ada pula Subscription untuk pengguna yang rutin bepergian dan ingin menggunakan paket perjalanan dengan harga yang lebih hemat.

Kebutuhan sehari-hari yang tidak berhubungan langsung dengan bepergian juga ikut diakomodasi. Layanan Bluebird Kirim dapat digunakan untuk kebutuhan pengiriman barang melalui fitur Delivery.

Dengan semakin banyaknya pilihan tersebut, satu aplikasi pada akhirnya bisa digunakan untuk berbagai “gaya” perjalanan. Mereka yang serba spontan punya pilihan sendiri, begitu pula mereka yang lebih suka semuanya sudah terjadwal.

Dari Taksi hingga Asisten Mobilitas

Perubahan ini sebenarnya merupakan bagian dari perjalanan panjang layanan transportasi mengikuti kebiasaan masyarakat.

Pada 2011, Bluebird Group memperkenalkan Taxi Mobile Reservation yang memungkinkan pemesanan taksi secara digital melalui perangkat BlackBerry. Seiring perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, layanan digital tersebut kemudian berkembang menjadi aplikasi dengan pilihan mobilitas yang lebih beragam.

Andre Djokosoetono, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, mengatakan teknologi menjadi salah satu cara untuk mengikuti perubahan masyarakat dalam bergerak. Namun, kebutuhan pengguna tetap menjadi titik awal pengembangan layanan.

“Teknologi memberi kami cara baru untuk mengikuti bagaimana masyarakat bergerak, tetapi memahami kebutuhan mobilitas akan selalu menjadi titik awal kami. Dengan mendengarkan pelanggan, kami terus mengembangkan teknologi sebagai penghubung berbagai pilihan mobilitas,” ujar Andre.

Saat ini, kontribusi MyBluebird disebut telah mencapai lebih dari 40 persen dari total pemesanan Bluebird melalui seluruh kanal.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana kebiasaan bepergian ikut berubah seiring semakin dekatnya teknologi dengan keseharian. Orang tidak lagi harus mengikuti satu pola perjalanan yang sama setiap hari.

Ada hari ketika yang dibutuhkan adalah kendaraan yang cepat dan praktis. Ada pula saat ketika perjalanan perlu direncanakan dengan lebih detail. Dan ketika kebutuhan berubah, pilihan perjalanan pun bisa ikut berubah.

Sebab, pada akhirnya, tidak ada satu gaya bepergian yang cocok untuk semua orang. Yang paling penting adalah menemukan cara bergerak yang sesuai dengan kebutuhan dan ritme masing-masing.